Sabtu 03 Mar 2018 02:16 WIB

Dua Ekor Rusa Timor Lahir di Penangkaran KLHK

Kelahiran anak rusa tersebut menambah populasi rusa timor menjadi tujuh ekor.

Rep: Halimatus Sa'diyah/ Red: Nidia Zuraya
 Habitat alami rusa timor di Pulau Handeuleum, Propinsi Banten. (Tahta Aidilla/Republika)
Habitat alami rusa timor di Pulau Handeuleum, Propinsi Banten. (Tahta Aidilla/Republika)

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Dua ekor rusa timor (Rusa Timorensis Blainville) lahir di penangkaran Kampus Badan Litbang dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Bogor, Jawa Barat.

Kepala Badan Litbang dan Inovasi KLHK Agus Justianto menuturkan, satu ekor anak rusa berjenis kelamin betina lahir pada Sabtu (24/2). Selang empat hari kemudian, pada Rabu (28/2), satu ekor bayi rusa timor yang belum dapat diidentifikasi jenis kelaminnya lahir. "Keduanya dalam kondisi sehat," kata Agus.

Dengan kelahiran anak rusa tersebut, populasi rusa timor di Kampus BLI Bogor saat ini mencapai tujuh ekor. Terdiri dari tiga jantan dan dua ekor betina dewasa, serta dua ekor anak rusa.

Peneliti Pusat Litbang Hutan KLHK, Mariana Takandjandji mengatakan, rusa yang berada di penangkaran umumnya melahirkan pada sore hari menjelang malam, sesuai dengan sifat alaminya yang nokturnal atau aktif di malam hari.

Selain di Kampus Gunung Batu, BLI juga memiliki Pusat Penangkaran Rusa Timor di Hutan Penelitian (HP) Dramaga, Bogor yang dibangun pada tahun 2008. Awalnya, populasi rusa timor di penangkaran seluas 7,0 hektare ini hanya berjumlah sembila ekor. Saat ini, rusa timor yang berhasil ditangkarkan mencapai lebih dari 50 ekor.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi