Rabu 31 Jan 2018 00:52 WIB

MUI Imbau Pelaku LGBT Kembali ke Jalan Benar

Pelaku LGBT rentan tertular penyakit HIV-AIDS.

Seribuan warga dari berbagai elemen kemasyarakatan dan santri di Kota Sukabumi turun ke jalan menolak tindak LGBT dan perkawinan sejenis, Jumat (26/1).
Foto: Republika/Riga Nurul Iman
Seribuan warga dari berbagai elemen kemasyarakatan dan santri di Kota Sukabumi turun ke jalan menolak tindak LGBT dan perkawinan sejenis, Jumat (26/1).

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, Dedi Ismatullah Machdi mengatakan, kasus LGBT atau lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) berbahaya bagi masyarakat. LGBT dapat merusak tatanan agama dan sosial serta tatanan kehidupan berbangsa dan beragama warga masyarakat.

''Bahkan keberadaannya sudah membuat resah warga," katanya di Sukabumi, Jawa Barat, Selasa.

Dedi yang juga merupakan Ketua Umum Badan Koordinasi Mubaligh Indonesia Kota Sukabumi ini mengatakan pelaku LGBT juga rentan tertular penyakit HIV-AIDS. Ia juga merasa prihatin dengan semakin berkembangnya pemikiran dan budaya hidup masyarakat yang sekuler dan liberal, serta jauh dari nilai ajaran agama serta norma kesusilaan yang berlaku di Indonesia.

Dalam ajaran agama manapun, tidak ada menikah sesama jenis seperti laki-laki menikah dengan laki-laki maupun perempuan dengan perempuan dan transgender atau mengubah kodrat sebagai makhluk yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT. Maka dari itu, seluruh agama melarang terhadap perilaku LGBT sebab tidak sesuai dengan ajaran agama, Pancasila dan Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945.

 

"Kami pun mengimbau kepada kaum LGBT agar kembali ke jalan yang benar, karena perilaku tersebut haram dilakukan khususnya oleh umat Islam," tambahnya.

Dedi mengatakan adanya wacana Penetapan Rancangan Undang-Undang LGBT yang akan ditetapkan DPR RI, pihaknya meminta legislatif transparan agar rakyat dapat mengetahui dan mengawal pembahasan RUU tersebut. Pihaknya juga mengimbau kepada warga Kota Sukabumi agar membentengi diri dan keluarga dari bahaya LGBT dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan. ''Sebab LGBT bisa menular kepada siapa, sehingga perlu adanya antisipasi,'' katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement