Jokowi juga mengharapkan kerja sama antara Indonesia-AS dalam mengembangkan arsitektur di kawasan Indo-Pasifik yang bertujuan mewujudkan kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera. "Arsitektur ini hendaknya dibangun berdasar rasa saling percaya, keinginan untuk bekerja sama, terbuka, dan inklusif," ujarnya.
Kunjungan delegasi Menhan AS itupun diharapkan dapat menjadi momentum untuk mewujudkan kemitraan strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat. "Saya harap kunjungan Yang Mulia menjadi momentum penting untuk mewujudkan Strategic Partnership Indonesia-Amerika Serikat demi mengatasi berbagai permasalahan regional dan global," kata Presiden.
Sementara itu, Menhan Mattis menyambut baik upaya Indonesia untuk meningkatkan kerja sama kedua negara. "Kami juga mendukung penuh peranan Indonesia di kawasan," ujar Mattis.
Selain membahas masalah kerja sama pertahanan, Presiden Jokowi juga mengangkat isu Palestina yang menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Indonesia, kata dia, berharap agar solusi dua negara tetap menjadi solusi prioritas. "Status quo Yerusalem harus dipertahankan dan diputuskan dalam solusi permanen yang disepakati ke dua belah pihak," kata Jokowi.
Rekomendasi
-
Ahad , 25 Oct 2026, 05:15 WIB
ULM dan KKP Jalin Sinergi Strategis Perkuat Sektor Perikanan Tangkap Nasional
-
-
Ahad , 25 Oct 2026, 05:00 WIBPameran UMKM PKK Makassar Jadi Ruang Promosi dan Penguatan Ekonomi Keluarga
-
Ahad , 25 Oct 2026, 01:00 WIBBandara Banyuwangi Catat 1.142 Penumpang Jelang Perhelatan Gandrung Sewu 2026
-
Ahad , 25 Oct 2026, 00:45 WIBPemprov Papua Tengah Dukung Penuh Freeport Jadi Tuan Rumah IFRC 2026
-
Ahad , 25 Oct 2026, 00:30 WIBPemkot Denpasar Gelontorkan Rp1,9 Miliar untuk Bedah 19 Rumah Warga
-




