Jokowi juga mengharapkan kerja sama antara Indonesia-AS dalam mengembangkan arsitektur di kawasan Indo-Pasifik yang bertujuan mewujudkan kawasan yang damai, stabil, dan sejahtera. "Arsitektur ini hendaknya dibangun berdasar rasa saling percaya, keinginan untuk bekerja sama, terbuka, dan inklusif," ujarnya.
Kunjungan delegasi Menhan AS itupun diharapkan dapat menjadi momentum untuk mewujudkan kemitraan strategis antara Indonesia dan Amerika Serikat. "Saya harap kunjungan Yang Mulia menjadi momentum penting untuk mewujudkan Strategic Partnership Indonesia-Amerika Serikat demi mengatasi berbagai permasalahan regional dan global," kata Presiden.
Sementara itu, Menhan Mattis menyambut baik upaya Indonesia untuk meningkatkan kerja sama kedua negara. "Kami juga mendukung penuh peranan Indonesia di kawasan," ujar Mattis.
Selain membahas masalah kerja sama pertahanan, Presiden Jokowi juga mengangkat isu Palestina yang menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Indonesia, kata dia, berharap agar solusi dua negara tetap menjadi solusi prioritas. "Status quo Yerusalem harus dipertahankan dan diputuskan dalam solusi permanen yang disepakati ke dua belah pihak," kata Jokowi.
Rekomendasi
-
Selasa , 10 Feb 2026, 05:45 WIB
Polresta Ambon Tanam 11,71 Hektare Jagung untuk Dukung Ketahanan Pangan
-
-
Selasa , 10 Feb 2026, 05:30 WIBPanen Raya Padi 2026 Diperkirakan Lebih Cepat, Petani Sambut Gembira
-
Selasa , 10 Feb 2026, 05:15 WIBKerjasama Kota Kembar: Lombok Utara dan Madiun Jalin Kolaborasi Pembangunan
-
Selasa , 10 Feb 2026, 05:00 WIBPresiden Prabowo Subianto Ajak Pengusaha Ciptakan Lapangan Kerja Baru
-
Selasa , 10 Feb 2026, 04:45 WIBStatus Pintu Air Pasar Ikan di Jakarta Naik Menjadi Siaga 2
-