Ahad 21 Jan 2018 00:11 WIB

SAR Bojonegoro Evakuasi Mayat tak Dikenal di Sungai

Belum ada yang mengaku sebagai keluarga korban.

Mayat tak dikenal (ilustrasi).
Foto: Corbis.com
Mayat tak dikenal (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, BOJONEGORO -- Tim SAR Bojonegoro, Jawa Timur mengevakuasi mayat laki-laki berusia sekitar 50 tahun yang belum diketahui identitasnya di sebuah sungai di Desa Pohbogo, Sabtu (20/1).

"Temuan mayat di sungai itu atas informasi dari masyarakat. Saat ini mayat laki-laki itu dibawa ke RSUD Sosodoro Djatikoesoemo untuk menjalani autopsi," kata anggota Tim SAR Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Sukirno.

Ia mengaku tidak tahu pasti penyebab meninggalnya lelaki yang ditemukan di sebuah sungai di Desa Pohbogo, Kecamatan Balen dalam keadaan mengambang itu. "Sampai sekarang belum ada yang mengaku sebagai keluarga korban sehingga mayat belum diketahui identitasnya, " kata dia.

Ditanya kemungkinan korban bukan mati tenggelam, tapi ada sebab lain, Sukirno tidak bersedia memberikan jawaban. "Kalau soal penyebab kematian bukan kewenangan kami untuk memberikan penjelasan, tapi kewenangan  polisi," ucapnya.

Menurut Sukirno, Tim SAR juga bersiaga menghadapi adanya kenaikan air Bengawan Solo yang sekarang ini sudah masuk siaga banjir dengan ketinggian air di taman Bengawan Solo (TBS) mencapai 13, 35 meter (siaga I-hijau) pukul 15.00 WIB. Data di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro menyebutkan ketinggian air di hilir Jawa Timur dalam waktu bersamaan juga sudah masuk siaga I-hijau dalam menghadapi banjir Bengawan Solo.

Ketinggian air di Babat, Laren, Karanggeneng, dan Kuro, Lamongan masing-masing 7, 42 meter, 4,99 meter, 3,90 meter dan 1, 80 meter. "Ketinggian air di hulu Ndungus, Ngawi, sudah turun, tetapi ketinggian air di hilir, Jawa Timur, masih naik," ucap Petugas Posko UPT Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro Budi Indro.

Pantauan di sejumlah tambangan Bengawan Solo di Kota Bojonegoro, seperti di TBS tidak terpengaruh dengan kenaikan air sungai terpanjang di Jawa di daerah setempat. "Kami tetap minta penambang perahu memperhatikan kapasitas penumpang sebab kondisi Bengawan Solo masuk siaga," ujar Kasi Angkutan Air Dinas Perhubungan Bojonegoro Agung Sudarmanto.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement