Kamis 18 Jan 2018 16:56 WIB

Laporan Bau Limbah PT RUM tak Direspons, Warga akan Demo

Rep: Andrian Saputra/ Red: Israr Itah
 PT Rayon Utama Makmur di Kecamatan Nguter Sukoharjo
Foto: Republika/Andrian Saputra
PT Rayon Utama Makmur di Kecamatan Nguter Sukoharjo

REPUBLIKA.CO.ID, SUKOHARJO -- Warga Sukoharjo, Jawa Tengah, diresahkan oleh bau busuk yang berasal dari limbah pabrik PT Rayon Utama Makmur (PT RUM). Warga yang menghirup bau tersebut merasakan pusing dan mual-mual hingga harus menjalani perawatan. 

Telah berkali-kali warga melakukan mediasi dengan jajaran PT RUM. Warga meminta agar pabrik tersebut menyelesaikan permasalahan bau yang berasal dari limbah pabrik itu. Namun, hingga saat ini bau busuk masih saja dirasakan warga. 

Warga pun telah mengadukan hal itu pada kepolisian setempat hingga Pemkab Sukoharjo. Namun tak juga menuai respons. Alhasil, mereka berencana menggelar unjuk rasa besar-besaran di DPRD dan Kantor Pemkab Sukoharjo pada Jumat (19/1). Warga menuntut legislatif mendorong Pemkab agar mendesak PT RUM menghentikan sementara operasional hingga permasalahan bau limbah diselesaikan. 

Beberapa waktu lalu, tim peneliti dari Universitas Sebelas Maret (UMS) menggelar penelitian atas bau busuk di Nguter. Kesimpulan sementara yang disampaikan pada warga, bau tersebut tak berbahaya. Tapi warga geram dengan pernyataan ini.

"Mereka itu tak merasakan, kalau mau kita tukaran saja. Kantor Pemkab pindah ke sini agar merasakan baunya seperti apa, apalagi kalau angin kencang terus hujan," tutur Eko Supriyadi (50 tahun) warga Kedungwinong yang juga anggota forum Lingkungan Hidup Kecamatan Nguter. 

Republika.co.id menyambangi pabrik tersebut.  Namun tak satu pun pejabat pabrik yang berkenan untuk ditemui. Hingga saat ini, PT RUM belum memberikan keterangan. "Semuanya sedang ada urusan di DPRD karena besok ada acara itu (demo)," kata petugas keamanan pabrik. 

PT RUM sebenarnya tengah mengerjakan proyek pembuatan pipa penyaluran limbah pabrik. Republika.co.id pun sempat melihat sejumlah pekerja yang sedang menyelesaikan pemasangan pipa besar menggunakan alat berat di sungai Plesan yang tak jauh dari pabrik. 

Informasi yang diperoleh, pipa tersebut akan mengalirkan limbah pabrik melalui pipa tersebut hingga berakhir di sungai bengawan solo tepatnya sekitar Pasar Nguter. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement