Senin 25 Dec 2017 15:49 WIB

PPP Ultimatum Ridwan Kamil

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Bilal Ramadhan
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil
Foto: Republika/Edi Yusuf
Wali Kota Bandung Ridwan Kamil

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Sekjen PPP Achmad Baidowi mengatakan hingga kini PPP masih mengusung Ridwan Kamil, alias Emil, sebagai calon gubernur Jawab Barat pada Pilkada Serentak 2018.

"Ya kita masih bersama RK," kata dia kepada Republika.co.id, Senin (25/12).

Meski begitu, PPP memberikan tenggat waktu kepada Emil. Wali Kota Bandung ini diberikan PPP batas waktu hingga 29 Desember untuk menentukan siapa yang akan mendampingi sebagai cawagub. Dan saat ini pun, PPP masih terus mengevaluasi dukungan kepada Emil.

"Kami memberi waktu hingga akhir bulan ini untuk menentukan sikap. Sekarang sedang dalam masa evaluasi," kata dia.

Sebelumnya, Achmad mengatakan masih optimistis pengusungan terhadap calon pada Pilgub Jabar tidak akan terlambat. Bukan mustahil pengusungan calon tersebut akan dilakukan di detik-detik terakhir.

"Kami tidak khawatir akan terlambat mendaftar. Banyak calon kepala daerah mendaftar pada hari terakhir pendaftaran. Kami masih optimistis," kata dia.

Achmad juga menyatakan PPP masih tetap mendukung Emil berpasangan dengan Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Umum pada Pilgub Jabar. Sebab, Baidhowi menerangkan, PPP bukan sekadar ingin mengajukan calon wakil gubernur.

"Kami ingin memenangi Pilkada Jabar, karenanya merekomendasikan Pak Uu. Jadi bukan hanya sekadar PPP saja. Dengan adanya Pak Uu akan melengkapi kekurangan dari Kang Emil," tuturnya.

Kesimpulan tersebut berdasarkan dari survei internal PPP dan rekomendasi dari sejumlah pihak terkait kombinasi calon pemimpin dan wakil pemimpin yang paling diinginkan warga Jabar. Berdasarkan komunikasi terakhir dengan Emil, PPP masih yakin bahwa kedua figur tersebut dapat bersanding di bursa Pilkada Jabar.

"Hanya, tugas Kang Emil sekarang bagaimana menyikapi dukungan dari kami (parpol pendukung) dan kami harap segera mengumumkan hasilnya. Soal kemungkinan rekomendasi tak dipenuhi, kami tidak ingin berandai-andai," tuturnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement