Sabtu 16 Dec 2017 14:28 WIB

Jokowi tidak Tidur Tunggu Kabar Soal Gempa

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Budi Raharjo
Seorang warga Kampung Tegal Gede, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Cibereum, Kota Tasikmalaya, menatap rumahnya yang ambruk akibat gempa bumi.
Foto: Istimewa
Seorang warga Kampung Tegal Gede, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Cibereum, Kota Tasikmalaya, menatap rumahnya yang ambruk akibat gempa bumi.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo mengaku tak tidur menunggu kabar gempa bumi yang terjadi semalam. Ia tak bisa tidur karena gempa yang terjadi bukan dalam skala kecil.

"Tadi malam saya tidak tidur. Karena gempanya bukan gempa yang kecil," ungkap Jokowi kepada para wartawan usai berkeliling melihat pameran pada acara Rakornas Tiga Pilar di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten, Sabtu (16/12).

Jokowi menyebutkan, pertama, gempa di Sukabumi, Jawa Barat, itu dikabarkan sebesar 7,3 skala ritcher (SR). Kemudian ada pemutakhiran informasi lagi menjadi 6,9 SR. Bahkan, ada peringatan dini terjadinya tsunami. "Itu angka yang besar. Oleh sebab itu tadi malam menunggu berita di daerah. Tapi alhamdullilah semuanya baik-baik saja," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bada Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi Zulkarnain Barhami mengatakan, guncangan gempa dua kali pada pukul 23.04 WIB dan pukul 23.47 WIB. Informasi yang ia dapatkan dari BMKG, gempa pada pukul 23.04 WIB berpusat di 48 kilometer barat daya Sukabumi dengan kekuatan 4,5 SR.

Sementara gempa pada pukul 23.47 WIB berdasarkan informasi BMKG menyebutkan adanya pemutakhiran peringatan dini tsunami di Jabar, Jateng, DIY dengan kekuatan 6.9 SR. Gempa berlokasi di 7.75 LS,108.11 BT, dengan kedalaman 107 kilometer.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement