Kamis 14 Dec 2017 20:43 WIB

Akhir Tahun, Harga Sayuran Alami Kenaikan di Sleman

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Karta Raharja Ucu
Sayuran (ilustrasi)
Foto: Republika/Prayogi
Sayuran (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Menjelang akhir tahun sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional mengalami kenaikan harga. Dari pantauan di Pasar Godean Kabupaten Sleman, sayuran jadi komoditas yang mengalami kenaikan paling tinggi.

Setelah dilakukan pemantauan di Pasar Tradisional Godean, beberapa komoditas mengalami kenaikan harga yang sebagian besar terjadi di sayuran. Salah satunya bayam yang awalnya Rp 2.000 per ikat menjadi sekitar Rp 5.000.

Ada pula tomat yang mengalami kenaikan sampai Rp 12 ribu per kilo. Sejumlah cabai masih dalam harga yang stabil seperti cabai hijau Rp 24 ribu per kilo, cabe merah keriting Rp 30 ribu per kilo, dan cabai rawit Rp 18 ribu per kilo.

Sejumlah komoditas masih pula stabil seperti bawang merah Rp 20 ribu, bawang putih Rp 22 ribu, brokoli Rp 25 ribu per kilo, kobis Rp 6.000 per kilo. Kenaikan terjadi di telur yang saat ini per kilonya sekitar Rp 24 ribu.

Sedangkan, barang-barang yang harganya masih stabil di antaranya beras c4 kisaran Rp 10 ribu per liter, beras mentik wangi sekitar Rp 11.500 per liter, daging sapi Rp 120 ribu per kilo dan daging ayam sekitar Rp 30 ribu sampai 32 ribu per potong.
 
Pemantauan dilakukan pula Biro Perekonomian dan SDA DIY, Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah Kabupaten Sleman, Dinas Perindag dan BPS. Secara umum, harga kebutuhan pokok terbilang masih stabil dan kenaikan belum terlalu tajam.
 
Pemantauan malah menemukan sejumlah bahan makanan yang mengandung zat pewarna metanol yelloy, rodhamin b, formalin dan borak. Bahan-bahan itu ditemui di kerupuk tela pink, kerupuk tela merah dan kerupuk serier yang berasal dari luar Kabupaten Sleman.
 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement