Kamis 23 Nov 2017 17:32 WIB

Jalan Lintas Barat Lampung-Bengkulu Putus Total

Rep: Mursalin Yasland/ Red: Nur Aini
Jalan lintas barat (Jalinbar) di Kampung Mandiri Sejatin KM 20, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Lampung, terputus akibat terjangan air hujan, Kamis (12/10) dini hari.
Foto: Republika/Mursalin Yasland
Jalan lintas barat (Jalinbar) di Kampung Mandiri Sejatin KM 20, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Lampung, terputus akibat terjangan air hujan, Kamis (12/10) dini hari.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDAR LAMPUNG -- Arus kendaraan yang melintas di jalan lintas barat (Jalinbar) yang menghubungkan Provinsi Lampung dan Bengkulu terputus, karena jembatan darurat (bailey) yang beroperasi hampir sebulan, ambruk pada Kamis (23/11). Tidak ada jalan lain, arus kendaraan lintas Sumatra dialihkan kembali ke jalan lintas tengah (jalinteng).

Jembatan darurat berbahan besi baja sepanjang 50 meter lebar lima meter yang terpasang di Desa Mandiri Sejati, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung, atas sekitar lima jam perjalanan dari Kota Bandar Lampung, menggantikan jembatan permanen yang amblas diterjang banjir pada 12 Oktober lalu.

Sejak jembatan bailey resmi digunakan pada 27 Oktober 2017, kendaraan hanya diperbolehkan hanya mobil pribadi berbobot ringan dan motor. Setelah beberapa lama, truk muatan berat dari kedua arah melintas di jembatan darurat tersebut, sehingga menyebabkan kondisi rangka jembatan berubah.

Kapolsek Pesisir Tengah Kompol Feryanda Eka Putra menyatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ambruknya jembatan darurat tersebut. "Arus kendaraan dialihkan ke jalur lain karena jalan terputus," katanya.

Pemkab Pesisir Barat berencana akan memasang portal agar kendaraan truk bermuatan berat tidak dapat melintas seenaknya dari kedua arah. Belum terpasang, jembatan tersebut sudah ambruk. "Penyebabnya karena truk berat lewat," kata Adi Gunawan, warga Krui.

Menurut dia, tidak saja arus kendaraan antarprovinsi saja yang terhambat, warga sekitar tidak bisa beraktivitas karena jembatan tersebut satu-satunya yang bisa dilalui. Padahal, jembatan bailey tersebut akan digunakan hingga jembatan permanen dibangun kembali di daerahnya.

Menurut Adi, seharusnya ada petugas yang siaga untuk mengawasi truk berat agar tidak melintas. Tapi, sejak dioperasikan pada 27 Oktober lalu, truk beban berat bebas melintas tidak ada larangan, sehingga kerangka baja jembatan bergerak. Ia berharap pemerintah setempat membangun segera jembatan darurat dari lagi agar aktivitas warga setempat tidak terhambat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement