REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas (SMA) bekerja sama dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Pusat Pendidikan Dirgantara melaksanakan kegiatan Kemah Penguatan Pendidik Karakter melalui Kepramukaaan Siswa SMA (KEPAK) 2017 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Cibubur, Jakarta, Senin (13/11). Sebanyak 204 siswa SMA dari seluruh provinsi di Indonesia dan 68 Guru SMA dari 34 propinsi nantinya akan mengikuti Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD).
"Latar belakang kegiatan ini adalah karena kita ada pendidikan karakter yang merupakan nawacita dari program pemerintah, sehingga kami dari kementerian melaksanakan itu," kata Kasi Kepribadian Subdit Pembinaan SMA, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hastuti Mustikaningsih, Senin (13/11).
Hastuti menjelaskan KEPAK 2017 dilaksanakan mulai 12 - 17 November 2017, nantinya akan diisi beberapa kegiatan antara lain pelatihan dan pendidikan dengan narasumber, tim pelatih dan fasilitator, seperti materi kemaritiman, terkait cinta bahari, antisipasi radikalisme oleh BNPT, kepramukaaan masa depan dari Pusdiklatnas, penanggulangan narkotika, pembekalan Direktorat Pembinaan SMA, permainan karakter, kewirusahawan terkait kedirgantaraan, pengenalan sejarah dan budaya, serta pentas seni daerah.
Sementara itu Kasubdit Peserta Didik, Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Suharlan mengatakan, bahwa negara Indonesia saat ini lebih liberal dibandingkan negara liberal yang sesungguhnya.
Hal ini menurutnya terlihat pada unsur kebebasan pers, di mana media saat ini dengan mudah menyajikan tayangan yang di luar batas kewajaran dan terkadang kebabalsan. Ini tak berbanding terbalik dengan kesiapan emosional bangsa.
"Dengan kegiatan kepramukaan yang penuh kegiatan kedisiplinan, kerja sama, kejujuran dan sikap kritis diharapkan bisa menjadi benteng diri dari kebablasan informasi ini. Pramuka sebagai salah satu wadah atau sarana positif yang mampu menciptakan cikal bakal generasi produktif yang positif di masa depan dengan karakter yang kuat," Jelas Suharlan.