Jumat 15 Sep 2017 13:52 WIB

Status Gunung Agung Waspada, Gubernur Bali: Jangan Panik

Polisi dan warga memantau aktifitas Gunung Agung di Pos Pemantauan Desa Rendang, Karangasem, Bali, Jumat (15/9).
Foto: Antara/Nyoman Budhiana
Polisi dan warga memantau aktifitas Gunung Agung di Pos Pemantauan Desa Rendang, Karangasem, Bali, Jumat (15/9).

REPUBLIKA.CO.ID, DENPASAR -- Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengajak masyarakat setempat agar tidak panik menyikapi status aktivitas Gunung Agung di Kabupaten Karangasem yang meningkat dari level I (Normal) menjadi level II (Waspada). "Mudah-mudahan tidak meningkat lagi, kita semua berdoa supaya tidak meningkat lagi karena merupakan gunung tertinggi di Bali," kata Pastika, di Denpasar, Jumat (15/9).

Meskipun erupsi gunung merupakan hal yang alamiah bisa terjadi, apalagi Bali masuk dalam Ring of Fire (Cincin Api), dia sangat berharap jangan sampai daerahnya sekarang terkena giliran terjadi gunung meletus. "Kita semua berdoa, karena gunung-gunung sekitar kita sudah meletus, mulai dari Sinabung, Raung yang terakhir, Merapi, di Lombok juga kena. Kita kan kelewatan nih selama ini. Kalau boleh, kita jangan sampai sekarang kena gilirannya," ucapnya.

Mantan Kapolda Bali itupun mengaku sudah pernah merasakan betapa dahsyatnya dampak Gunung Agung yang pernah meletus pada 1963, ketika dia baru tamat dari Sekolah Dasar. Pemerintah daerah beserta pihak-pihak terkait, ujar Pastika, juga sudah mempunyai rencana kontijensi terhadap kemungkinan jika sampai terjadi erupsi. "TNI, Polri dan semua lembaga kesatuan yang bisa segera bergerak sudah disiapkan," kata Pastika.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali Dewa Made Indra mengatakan dalam level waspada ini, pihaknya mengimbau masyarakat supaya tidak mendekati kawah karena berbahaya jika sampai menghirup gas yang dihasilkan kawah gunung.

"Oleh karena itu, dalam level waspada, sewaktu-waktu bisa naik sehingga berbahaya bagi yang mendekati kawah. Radius 2,5 kilometer dari kawah tidak bisa dimasuki saat sekarang ini," ucapnya.

Dewa Indra mengingatkan bahwa semua gunung berapi berpotensi mengalami erupsi. Namun, tidak ada erupsi gunung berapi yang tiba-tiba dan itu melalui proses yang bisa diamati, beda halnya dengan gempa. "Kami bersama instansi terkait juga sudah menyiapkan kalau kemungkinan terjadinya kenaikan level menjadi siaga," ujarnya.

Di samping itu, pihaknya juga sudah menghubungi Dinas Kesehatan, PMI, dan BPBD Kabupaten/Kota untuk menyiapkan masker. Hal ini untuk mengantisipasi jika nanti aktivitas Gunung Agung meningkat sampai mengeluarkan debu atau abu, yang dapat menyebar kemana-mana.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement