Senin 10 Jul 2017 21:55 WIB

DPRD DKI Dalami Visi dan Misi Dua Calon Walikota

Rep: Sri Handayani/ Red: Bayu Hermawan
Suasana halaman Balai Kota dan Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta, Jumat (3/10).
Foto: Antara/Rosa Panggabean
Suasana halaman Balai Kota dan Gedung DPRD DKI Jakarta, Jakarta, Jumat (3/10).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pertengahan Ramadan kemarin, tepatnya 19 Juni 2017, plt. Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengajukan nama calon bupati dan walikota. Hari ini, Senin (10/7), Komisi A DPRD DKI Jakarta melakukan rapat tertutup untuk mendalami visi dan misi masing-masing calon.

"Kita diminta melakukan wawancara. Pendalaman visi misi walikota," kata Sekretaris Komisi A Syarif.

Djarot mengatakan, ini merupakan tradisi lama yang dikembangkan lagi dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan tata tertib yang berlaku, pemilihan bupati dan wali kota harus dilakukan berdasarkan pertimbangan Komisi A.

"Komisi A kan mitranya terkait SKPD bidang pemerintahan. Usernya kan kita pada saat rapat2 kerja," ujar Syarif.

Para calon terpilih juga sudah harus dilantik 10 hari setelah rapat pertimbangan, yaitu 20 Juli 2017. Sebelumnya, mereka telah menjalani serangkaian tes kompetensi yang diselenggarakan oleh BKD.

"Ini (rapat pertimbangan) ranah politiknya. Pertanyaan yang diajukan akan lebih banyak ke sikap politiknya seperti apa," kata Syarif.

Ada dua wilayah yang akan mengalami pergantian pimpinan, masing-masing Kabupaten Kepulauan Seribu dan Kota Administrasi Jakarta Utara. Ada satu nama calon yang diajukan untuk masing-masing wilayah.

Djarot mengusulkan Husein Murad sebagai calon wali kota administrasi Jakarta Utara. Pria kelahiran Lampung , 27 Juli 1960 ini pernah menjabat sebagai Wakil Walikota Jakarta Timur.

Terakhir ia merupakan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPKD) Provinsi DKI Jakarta. Nama lain yang diajukan yaitu Irmansyah. Putra Gayo kelahiran Takengon, 12 Januari 1966 ini merupakan Wakil Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan.

Penelusuran Republika.co.id, menyebutkan ada satu nama calon wali kota yang diajukan hari ini. Namun, detail nama dan wilayah belum diketahui. Menurut Syarif, Djarot memang selalu mengajukan calon tunggal untuk setiap wilayah.

"Biasanya DPRD minta lebih dari satu. Tapi selalu tunggal," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement