REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI diminta melakukan penyisiran kembali Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang sudah ditetapkan. Wakil Ketua Tim Kampanye Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno, Muhamad Taufik menyatakan, masih terdapat 15 ribu data ganda yang harus dibersihkan.
Putaran kedua Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 19 April, kata Taufik harus berjalan demokratis dan bebas dari kecurangan serta terjadinya penggelembungan suara. Hal tersebut, bisa dihindari asalkan KPU DKI kembali melakukan penyisiran data ganda atau invalid.
"Jika, tidak bisa diubah, KPU DKI harus melakukan penyisiran yang 15 ribu itu," kata Taufik di Posko Tim Kampanya Pasangan Anies-Sandi, di Jalan Cicurug, Menteng, Jakarta Pusat, Ahad (9/4).
Lalu, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra DKI itu menyontohkan, di Jakarta Utara (Jakut) ada 2.333 pemilih ganda. Di Pluit ada 200 pemilih ganda yang harus dilakukan penyisiran kembali oleh penyelenggara pemilu. "Jika, DPT amburadul, sudah bisa dipastikan terjadi manipulasi angka. Karena itu, yang ganda harus dicoret dan jangan diberikan surat undangan pemberitahuan memilih (C6)," ujar dia.
Taufik menambahkan, kontestasi pesta demokrasi di Jakarta harus berjalan adil. Yakni, seluruh warga ibu kota yang memiliki hak demokrasi jangan dihalangi dengan berbagai macam alasan. Sementara ada warga luar Jakarta dapat memilih. "Makanya, harus dihapus yang ganda," tegas dia.
(Baca Juga: Data Pemilih Invalid tak Ubah Jumlah DPT)