Selasa 19 May 2026 05:15 WIB

Strategi Komunikasi Politik di Tengah Krisis Ekonomi Global

Pemimpin menggunakan strategi komunikasi politik untuk menjaga psikologi publik tetap tenang saat menghadapi krisis ekonomi global.

Rep: antara/ Red: antara
Memahami arsitektur bahasa politik pada angka ekonomi.
Foto: antara
Memahami arsitektur bahasa politik pada angka ekonomi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, komunikasi politik menjadi alat penting bagi pemimpin negara untuk menjaga stabilitas psikologi publik. Melalui strategi yang dikenal sebagai strategic ambiguity, para pemimpin berusaha menenangkan masyarakat dengan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami.

Di atas kertas, ekonomi diukur melalui data presisi seperti pertumbuhan produk domestik bruto dan kalkulasi inflasi. Namun, ketika informasi ekonomi ini disampaikan kepada publik, bahasa yang digunakan sering kali disederhanakan untuk menghindari kepanikan kolektif. Ini adalah bagian dari strategi komunikasi politik yang sengaja diterapkan.

Seorang pemimpin tidak diwajibkan memberikan penjelasan ekonomi mendetail kepada masyarakat luas. Sebaliknya, tugas utama mereka adalah menjaga agar psikologi massa tetap stabil dan roda sosial terus berputar. Penyederhanaan bahasa berfungsi sebagai rem darurat yang mengendalikan kepanikan dalam situasi krisis.

Peran Bahasa dalam Komunikasi Pemerintah

Ketika krisis ekonomi terjadi, pemerintah mengandalkan dua jalur komunikasi yang berbeda. Jalur pertama adalah bahasa teknokrat yang digunakan oleh menteri ekonomi dan kepala bank sentral, berfokus pada data dan analisis teknis. Jalur kedua adalah bahasa populis yang digunakan oleh pemimpin politik demi menjangkau masyarakat luas.

Contohnya, Presiden AS Franklin D. Roosevelt menggunakan siaran Fireside Chats untuk menenangkan rakyat selama Depresi Hebat. Ia menghindari istilah ekonomi rumit dan memilih analogi sederhana untuk menjelaskan situasi ekonomi kepada publik.

Kritik dari kalangan terdidik tetap penting sebagai fungsi kontrol demokrasi. Namun, penting untuk memahami bahwa 'bahasa rasa' dan 'bahasa data' adalah bagian dari strategi komunikasi yang saling melengkapi dalam pemerintahan.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement