Sabtu 18 Mar 2017 16:58 WIB

Ini Alasan Sopir Angkot yang Menabrak Polwan di Medan

Rep: Issha Harruma/ Red: Ilham
Polwan, ilustrasi
Foto: Antara
Polwan, ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Alasan sopir angkot di Medan menabrak seorang polisi wanita (polwan) yang sedang bertugas mengatur lalu lintas terungkap. Sopir angkot Rahayu 63 tahun berwarna merah yang menabrak Bripda Pama Winda Simanungkalit tersebut mengaku terburu-buru karena anaknya saat itu sedang sakit.

Hal tersebut disampaikan Kasatlantas Polrestabes Medan AKBP Indra Warman saat menjenguk Bripda Pama di ruang Teratai VIII RS Bhayangkara Medan, Sabtu (18/3). "Pelaku mengaku buru-buru karena mendengar anaknya sakit," kata Indra.

Indra mengatakan, saat ini, kondisi polwan yang bertugas di Unit Lalu Lintas Polsek Medan Baru itu mulai membaik. Dia pun mengimbau para sopir angkot di Medan selalu berhati-hati dalam berlalu lintas dan mematuhi peraturan lalu lintas saat membawa kendaraan.

"Sopir-sopir angkot diimbau jangan ugal-ugalan ketika membawa angkot. Selain membahayakan penumpang juga membahayakan para pengemudi lainnya," ujar dia.

Kepala Perwakilan PT Jasa Raharja Medan M Hidayat yang ikut menjenguk mengatakan, pihaknya akan menanggung biaya pengobatan Bripda Pama. PT Jasa Raharja pun telah berkoordinasi dengan polisi dan pihak RS Bhayangkara terkait hal ini. "Untuk biaya perobatan kami yang tanggung semua,” kata Hidayat.

Seperti diketahui, Polwan bernama Bripda Pama Winda Simanungkalit diseruduk angkot saat mengatur lalu lintas di simpang kampus Universitas Sumatera Utara (USU), Jumat (17/3), pagi. Kejadian yang terekam oleh kamera CCTV itu membuatnya terpental hingga sekitar empat meter.

Dalam rekaman itu, Bripda Pama itu tampak sedang mengarahkan kendaraan dari jalur kiri membelok ke kanan, dari Jalan Jamin Ginting menuju Jalan Dr Mansyur. Dia berdiri di tengah jalan. Tiba-tiba, dari lajur kiri tampak sebuah angkot Rahayu 63 berwarna merah yang akan membelok ke kanan menyeruduk Bripda Pama. Polwan itu pun terpelanting. Namun, tak lama kemudian, dia berdiri kembali.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement