Kamis 09 Mar 2017 19:38 WIB

PDIP-Demokrat Sambut Baik Pertemuan Jokowi-SBY

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Indira Rezkisari
Presiden Joko Widodo bertemu Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono di Beranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (9/1).
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Presiden Joko Widodo bertemu Presiden RI keenam Susilo Bambang Yudhoyono di Beranda Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (9/1).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyambut baik pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden keenam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (9/3) hari ini. Sebab, pertemuan dinilai sebagai kekuatan konsolidasi kebangsaan Indonesia di masa depan.

"Saya kira harus disambut dengang gembira, ini juga mendukung semangat politik kita ya, politik persaudaraan, politik kebangsaan, pilitik gotong royong juga," ujar Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supratikno saat dihubungi pada Kamis (9/3).

Apalagi menurutnya, selama ini pertemuan tersebut telah dinantikan oleh banyak pihak. Sehingga harapan setelah dilakukan pertemuan, dapat membuat suasana dan situasi politik menjadi lebih sejuk.

"Saya kira kalau, komunikasi bisa dilakukan antar elit bangsa pasti suasananya akan sejuk, dan tidak bising, itu yang kita harapkan terus ke depannya," ujar Hendrawan.

 

Hal sama juga diungkapkan oleh Ketua DPP PDIP lainnya, Andreas Hugo Pareira yang menilai pertemuan sebagai silaturahmi yang penting untuk mencairkan suasana politik saat ini. Hal ini menurutnya, mengingat terjadi kebekuan hubungan baik itu miskomunikasi maupun kesalahpahaman antara sejumlah pihak.

"Mudah-mudahan melalui pertemuan ini akan terjalin komunikasi yang lebih baik antar pemerintah dan Pak SBY sebagai presiden keenam maupun sebagai Ketua Umum Partai Demokrat," kata Andreas melalui pesan singkatnya, Kamis (9/3).

Ia juga berharap, komunikasi yang baik antar pemerintah dan sejumlah elemen bangsa ini juga mampu membuat bangsa mampu menghadapi segala tantangan di masa mendatang. Pasalnya, bangsa Indonesia masih harus menghadapi segala tantangan baik persoalan dalam maupun luar negeri.

"Kita harap bisa kita atasi dengan kerjasama dan gotong royong berbagai elemen kebangsaan, termasuk parpol," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Roy Suryo menegaskan pertemuan antara Presiden Jokowi dan SBY lebih menitikberatkan pada urusan kenegarawan, bukan khusus politik. Roy beralasan, hal ini karena dalam pertemuan SBY dalam kapasitas sebagai Presiden Keenam RI.

"Lebih kenegarawan bukan khusus politik, bukan mewakili Demokrat, atau Pilkada DKI Jakarta, jauh dari itu," kata Roy.

Menurutnya, sejumlah hal yang dibicarakan dalam pertemuan singkat tersebut juga bersifat umum mengenai kondisi bangsa saat ini. Ia pun berharap, dengan pertemuan tersebut membuat komunikasi antara pemimpin bangsa terjalin secara baik, sehingga pada akhirnya memberi dampak yang baik bagi situasi bangsa ke depan.

"Kita bicara ke depan, kalau kemarin biarlah lewat, tadi kan sudah, dalam bahasa teman-teman kan tabayyun ya, ada klarifikasi, yang kemarin belum match, semoga nanti kan match," katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement