Senin 09 Jan 2017 20:56 WIB

Yeny Wahid: Hadapi Hoax dengan Perubahan Mental

Yenny Wahid
Foto: Antara
Yenny Wahid

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Deklarasi anti-hoax yang dikampanyekan sejak beberapa waktu lalu merupakan bentuk perlawanan masyarakat yang peduli dengan kondisi negeri ini. Direktur Wahid Institute, Yenny Wahid mengatakan, banyaknya berita hoax membawa dampak negatif bagi siapa pun. 

Menurutnya, hal yang di butuh bangsa ini adalah perubahan mental dalam menghadapi sesuatu. Menurut Yenny, aktualisasi ajaran Gus Dur memiliki arti sangat penting bagi bangsa dan negara. Yenny masih ingat betul ada dua prinsip atau pedoman yang dipesankan Gus Dur kepada anak-anaknya. 

Dua prinsip itu, yang pertama adalah kejujuran. Dengan selalu jujur dalam bersikap, kata dia, manusia akan tenang dalam menghadapi gejolak kehidupan. “Misalnya ada yang memfitnah melalui medsos, atau berita-berita hoax akan dihadapi dengan gampang. Ah, ini tidak benar", ujarnya, Senin (9/1).

Lebih lanjut Yenni mengatakan, prinsip yang kedua, adalah selalu bersikap lemah lembut kepada siapa pun. Tidak peduli berbeda agama, ras, maupun keyakinan, kata Yenny. Menurut Gus Dur, kata Yenny, manusia itu tempatnya perbedaan. Karena itu, maka jangan jadikan perbedaan sebagai kendala.

"Itu juga tak lepas dari ajaran Islam dalam berdakwah, yang menyebut agar mendekati mereka yang tidak seiman dengan kelembutan", kata Yenny.

Terlebih, lanjutnya, di tengah situasi kehidupan berbangsa yang terpecah belah karena faktor SARA, menguatnya sikap intoleransi dalam beragama, kebinekaan yang mulai terusik, NKRI yang terancam karena radikalisasi paham keagamaan serta saling fitnah dan hujat berlatar perbedaan pandangan politik.

“Itu sebabnya, pikiran dan gagasan besar Gus Dur tentang humanisme dan pluralisme perlu untuk terus dikembangkan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa," lanjut Yenny.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement