Selasa 27 Dec 2016 17:52 WIB

Pascagempa, Pidie Jaya Canangkan 'Ayo Kembali ke Sekolah'

Rep: Amri Amrullah/ Red: Angga Indrawan
Perbaikan di jalan-jalan Kabupaten Pidie Jaya terus dilakukan, Selasa (20/12).
Foto: Republika/Rizky Suryarandika
Perbaikan di jalan-jalan Kabupaten Pidie Jaya terus dilakukan, Selasa (20/12).

REPUBLIKA.CO.ID, PIDIE JAYA  -- Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya berinisiatif memulai hari pertama sekolah pada Selasa, (27/12). Pemkab Pidie Jaya awalnya menyepakati dimulainya hari pertama sekolah pada 2 Januari 2017 mendatang, namun inisiatif ini direncanakan lebih awal.

“Karena guru dan siswa butuh proses penyesuaian agar pada 2 Januari mereka dalam kondisi fit lahir dan batin, karena itu kami berinisiatif memulainya lebih awal,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pidie Jaya Saeful dalam keterangan tertulis, Selasa (27/12).

Pencanangan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Pidie Jaya Ayub Abbas dengan disaksikan oleh Danrem 011 LW Kolonel Inf. Dedy Agus Purwanto,  Staf Khusus Mendikbud Bidang Monitoring Implementasi Kebijakan Alpha Amirrachman, perwakilan dari Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana), Kementerian Agama, Dinas Sosial, juga dari  Save the Children dan lembaga swadaya masyarakat lainnya, serta ratusan hadirin yang terdiri dari guru-guru, siswa-siswa dan masyarakat setempat.

“Kita semua berdoa agar tidak terjadi gempa lagi agar anak-anak dapat belajar dengan tenang dan nyaman,” ujar Bupati Pidie Jaya, Ayub Abbas.

Danrem 011 LW Kolonel Inf. Dedy Agus Purwanto yang turut hadir menyampaikan agar masyarakat Pidie Jaya menerima gempa ini sebagai sebuah musibah, sebuah ujian. "Insya Allah anak-anak Aceh akan tumbuh kuat dan tegar,” ujarnya di depan hadirin.

Sementara Staf Khusus Mendikbud Bidang Monitoring Implementasi Kebijakan Alpha Amirrachman mengatakan bahwa Kemdikbud mengapresiasi langkah sigap Kadisdik Pidie Jaya untuk memulai proses belajar mengajar sesegera mungkin. 

Progres kemajuan pemasangan tenda-tenda darurat mencapai 60 persen untuk sekolah-sekolah rusak berat, dari total kebutuhan tenda 167 sudah terpasang di 100 lokasi, sementara sekolah-sekolah rusak ringan masih bisa menggunakan kelas-kelas yang ada. Tenda-tenda yang merupakan sumbangan dari para donatur terus dididirikan oleh TNI dan ruang-ruang kelas sementara juga terus dibangun oleh Kementerian PUPR sebelum nantinya dibuat yang permanen.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement