Kamis 08 Dec 2016 17:19 WIB

Masinton tak Yakin Rachmawati akan Makar

Rep: Ali Mansur/ Red: Ilham
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Masinton Pasaribu.
Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Masinton Pasaribu.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Masinton Pasaribu menganggap tuduhan makar itu merupakan sinyalemen atau indikasi dari pihak kepolisian. Indikasi itu harus dibaca, benar atau tidak pihak tertuduh itu harus dibuktikan secara hukum.

"Saya kira tuduhan makar itu kan sinyalelemen indikasi ke sana kan harus dibaca," kata politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (8/12).

Namun demikian, Masinton juga mengaku tak yakin apabila Rachmawati Soekarnoputri dan yang lainnya hendak melakukan makar ke pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla. Sebab, mereka sama sekali tak memiliki kemampuan untuk melakukan makar yang bukanlah pergerakan yang mudah.

Sebelumnya, dia juga mengatakan bahwa pihak kepolisian telah menemukan dan memiliki bukti penyandang dana terkait rencana makar. Sehingga kepolisian juga harus menelusuri, karena jika ada aliran dana maka pastinya ada aktornya. “Apakah dana itu berasal dari sumber usaha yang legal atau ilegal, misalnya penyelundupan atau korupsi," katanya.

 

Apabila dana penyandang tersebut terbukti, maka akan diketahui rekam jejak orangnya. Jika dana itu  bersumber dari usaha yang ilegal, harus dibekukan semua dan asetnya disita. “Atau mungkin gak, dananya dari tokoh politik? Ini kan kalau bicara kemungkinan, kan sedang diselidiki polisi," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
كَانَ النَّاسُ اُمَّةً وَّاحِدَةً ۗ فَبَعَثَ اللّٰهُ النَّبِيّٖنَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۖ وَاَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيْمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ اِلَّا الَّذِيْنَ اُوْتُوْهُ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ ۚ فَهَدَى اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِاِذْنِهٖ ۗ وَاللّٰهُ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.

(QS. Al-Baqarah ayat 213)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement