Senin 21 Nov 2016 10:47 WIB

Ahok Janji Perbaiki Lisannya

Rep: Dian Fath/ Red: Indira Rezkisari
Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok seusai memberikan keterangan terkait penetapan Ahok sebagai tersangka di Rumah Lembang, Jakarta, Rabu (16/11).
Foto: Republika/ Yasin Habibi
Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok seusai memberikan keterangan terkait penetapan Ahok sebagai tersangka di Rumah Lembang, Jakarta, Rabu (16/11).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahja Purnama (Ahok) kembali meminta maaf  atas ucapannya terkait surah Al Maidah ayat 51.  Ahok menyampaikan permintaan maafnya saat sedang berbincang dengan Abdul Muis, seorang pria lanjut usia yang sengaja datang ke Kampanye Rakyat, Rumah Lembang, Menteng, Jakarta  Pusat, Senin (21/11) pagi.

Dengan menggunakan kursi rodanya, Abdul menyampaikan harapannya agar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)  DKI Jakarta 2017 berjalan dengan aman damai. "Semoga Pilkada ini tetap sejuk dan damai. Saya percaya Bapak terpilih jadi gubernur," kata Abdul kepada Ahok.

Mendengar harapan warga seperti itu, Ahok pun menjawab  akan terus berusaha memperbaiki diri dan lisannya agar lebih baik ke depannya. "Terima kasih Pak. Beberapa nasihat baik dari orang tua dan anak muda saya terima. Saya memang harus memperbaiki sikap saya pak. Saya menyadari,  saya sampaikan kepada umat Muslim Indonesia bahwa kata-kata saya melukai perasaan," ujar Ahok.

Mantan Bupati Belitung Timur itu pun berjanji akan  terus mengintrospeksi diri.  "Saya dikasih fisik kuat bukan kuat untuk berantem. Saya lagi berusaha mohon doanya semoga ini selamanya bisa berubah lebih baik. Semoga saya punya terus sikap baik sampai meninggal nanti," tambahnya.

Sejak ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan penistaan agama Ahok terus menjadi sorotan. Terlebih sehari setelah ditetapkan menjadi tersangka, Ahok memberikan pernyataan yang kembali membuat heboh.

Dalam wawancara eksklusif dengan ABC 7.30, pejawat itu menuduh pengkritiknya korupsi dan mengatakan, protes massa Muslim garis keras pada 4 November 2016 itu bermuatan politik.  Dalam berita ABC 7.30, Mantan Bupati Belitung Timur itu juga menuduh massa menerima uang Rp 500 ribu untuk ikut demo. Namun, Ahok tidak menjelaskan, siapa yang mendanai aksi demonstrasi terbesar yang berujung pada kericuhan tersebut.

Saat dimintai konfirmasi terkait pernyataannya,  pejawat itu merasa pernyataannya di ABC 7.30 telah dipelintir. "Saya nggak bilang menuduh kok. Saya kan bilang sampaikan supaya kamu baca saja berita-berita yang ada, kan sosmed-sosmed (sosial media) ada, saya nggak bilang kok. Lagian, saya ngomong apa saja juga dipelintir," ucap Ahok.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement