Rabu 02 Nov 2016 14:49 WIB

Buruh Pabrik di Sukabumi 70 Persen Perempuan

Rep: riga nurul iman/ Red: Ani Nursalikah
Ilustrasi Buruh pabrik
Foto: Antara/Hafidz Mubarak A.
Ilustrasi Buruh pabrik

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Pemkab Sukabumi mendorong perusahaan di Kabupaten Sukabumi lebih banyak mempekerjakan buruh laki-laki. Jumlah pekerja laki-laki di satu pabrik rata-rata hanya berkisar antara 25 persen hingga 30 persen.

"Seharusnya, komposisinya dibalik pekerja laki-laki 70 persen sedangkan perempuan 30 persen,’’ ujar Bupati Sukabumi Marwan Hamami kepada wartawan, Rabu (2/11).

Langkah ini untuk memperkecil tingkat pengangguran pekerja laki-laki yang masih usia produktif. Menurut Marwan, Pemkab sudah berupaya meminta secara langsung agar perusahaan lebih banyak menyerap pekerja laki-laki.

Misalnya, dilakukan pada saat road show ke sejumlah perusahaan yang mempekerjakan ribuan buruh di Kecamatan Sukalarang beberapa pekan lalu. Pada saat kunjungan tersebut ditemui fakta bahwa mayoritas pekerja adalah wanita. Misalnya, di PT Glostar Indonesia 2, jumlah pekerja laki-laki sebanyak 2.221 orang dan sebanyak 7.731 orang perempuan.

Di PT Pratama Abadi Industri jumlah pekerja laki-laki sebanyak 5.790 orang dan perempuan sebanyak 13.500 orang. Marwan menerangkan, dalam dialog dengan perusahaan terungkap mereka mempekerjakan banyak perempuan karena faktor ketelitian.

Khususnya dalam proses menjahit kain atau bahan sepatu. Namun, kata Marwan, Pemkab tetap meminta penambahan jumlah pekerja laki-laki. Hal ini disebabkan dalam ajaran agama Islam yang seharusnya mencari nafkah adalah kewajiban suami atau laki-laki bukan sebaliknya.

Di sisi lain Marwan juga meminta perusahaan agar memprioritaskan pekerja yang berasal dari Kabupaten Sukabumi. Pasalnya, informasi yang diperolehnya sebagian besar karyawan di pabrik yang berlokasi di perbatasan Sukabumi berasal dari Cianjur.

Sehingga warga Sukabumi yang masih usia produktif dapat bekerja di daerahnya sendiri. Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Sukabumi Ning Wahyu mengatakan, permasalahan rekrutmen pekerja yang didominasi laki-laki ini telah mendapatkan perhatian serius.

Namun, kebijakan penerimaan karyawan menjadi kewenangan masing-masing perusahaan. Oleh karena itu lanjut Ning, Apindo tengah berupaya mencari solusi seperti dengan memberdayakan para pencari kerja laki-laki untuk membuat produk yang dibutuhkan perusahaan. Nantinya, Apindo yang akan memfasilitasi agar produk tersebut bisa diterima kalangan pabrik.

Produk yang bisa dibuat antara lain keset, baju seragam karyawan dan kebutuhan lainnya. Namun, rencana tersebut masih harus dikoordinasikan dengan perusahaan yang ada di Sukabumi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement