Jumat 28 Oct 2016 16:25 WIB

Kabupaten Cirebon Optimistis Lampaui Target Produksi Padi

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Irfan Fitrat
Petani melintasi sawahnya yang berada di Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Jumat (26/6).
Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Petani melintasi sawahnya yang berada di Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Jumat (26/6).

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON — Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan (Distanbunakhut) Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, meyakini target produksi padi tahun ini bisa terlampaui. Pada 2016, produksi padi di wilayah tersebut ditargetkan mencapai 520 ribu ton. 

Kepala Distanbunakhut Kabupaten Cirebon Ali Efendi mengatakan, hingga saat ini realisasi produksi padi sudah lebih dari 450 ribu ton. “Kami sangat optimistis target bisa tercapai, bahkan lebih,’’ kata Ali kepada Republika, Kamis (27/10).

Menurut Ali, saat ini ada sekitar 8.000 hektare tanaman padi di sejumlah daerah memasuki masa panen. Jika setiap hektare menghasilkan sedikitnya lima ton, kata dia, bisa ada tambahan produksi padi minimal 40 ribu ton. Jumlah tersebut masih bisa ditambah hasil lahan pertanian yang ditanami pada musim gadu kedua (tanam ketiga). Saat ini ada lebih dari 3.000 hektare lahan yang ditanami di sejumlah kecamatan.  “(Tanaman gadu dua) ini akan panen pada Desember mendatang,’’ ujar dia. 

Ali mengatakan, optimisme tercapainya  target produksi padi tahun ini dikarenakan kondisi cuaca akibat pengaruh La Nina. Tahun ini, kata dia, musim kemarau masih diselingi hujan, sehingga tidak terjadi kekeringan. Petani pun tidak kesulitan mendapat pasokan air, terlebih sekarang ini sudah memasuki musim penghujan. 

Selain itu, Ali mengatakan, bupati pun sudah mengimbau para petani di wilayah Kabupaten Cirebon agar mempercepat pelaksanaan musim tanam rendeng 2016/2017. Surat imbauan tersebut disebar ke setiap kecamatan. Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Cirebon Tasrip Abu Bakar juga meminta para petani mempercepat tanam rendeng mengingat saat ini sudah musim hujan. “Petani harus mengikuti alam karena bulan ini sudah masuk musim hujan, maka harus cepat tanam,’’ kata Tasrip.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement