Jumat 14 Oct 2016 20:39 WIB

PLN Hati-Hati Pilih Pengembang Proyek PLTGU Jawa 1

Rep: Satria Kartika Yudha/ Red: Dwi Murdaningsih
PLTGU Muara Tawar (ilustrasi)
Foto: PGN
PLTGU Muara Tawar (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PLN (Persero) memastikan proses penentuan peringkat pertama tender proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Jawa 1 dilakukan secara hati-hati dan teliti. Senior Manajer Humas PLN Agung Murdifi mengatakan hingga saat ini proses yang baru diselesaikan adalah proses evaluasi teknis dan administrasi tender PLTGU Jawa 1, termasuk evaluasi harga.

Agung mengatakan tim evaluator telah menganalisa dan memeriksa semua dokumen penawaran. Sebab, proyek ini memiliki risiko kegagalan yang tinggi apabila peserta tidak mengikuti syarat pengadaan. PLN, ujar Agung, juga meninjau aspek efisiensi tender.

"Konsorsium pemenang pastinya sudah sesuai dengan ketentuan serta merupakan pengembang yang benar, berkompeten dan tentu saja memiliki kemampuan keuangan yang baik," kata Agung, Jumat (14/10).

Proyek PLTGU Jawa 1 rencananya dibangun dengan kapasitas 1.600 megawatt (MW.) Nilai investasi untuk proyek tersebut diperkirakan mencapai 2 miliar dolar AS atau setara Rp 26 triliun.

Lokasi pembangunan PLTGU Jawa 1 rencananya akan berada di Muara Tawar. Letak lokasi yang direncanakan di Muara Tawar tentu memerlukan reklamasi guna memenuhi tersedianya lahan.

Proyek pembangunan PLTU Jawa 1 ini diikuti oleh konsorsium antara lain, PJB-PT Rukun Raharja-Mitsubishi Coorp, PT Medco Energy-Nebras, Pertamina-Marubeni Coorporation-Sojitz Coorp dan PT Adaro Energy-Sembawang Coorporation. Adapun konsorsium yang saat ini ditetapkan sebagai peringkat pertama tender adalah konsorsium Pertamina-Marubeni Corporation–Sojitz Corporation.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement