Kamis 22 Sep 2016 20:11 WIB

Pengungsi di GOR Tedjamalela Sumedang Tembus 1.000 Orang

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Nur Aini
Petugas mendata warga yang terus berdatangan ke pengungsian, di GOR Tadjimalela, Kabupaten Sumedang, Rabu (21/9).
Foto: Republika/Edi Yusuf
Petugas mendata warga yang terus berdatangan ke pengungsian, di GOR Tadjimalela, Kabupaten Sumedang, Rabu (21/9).

REPUBLIKA.CO.ID, SUMEDANG -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang mengungkapkan jumlah pengungsi korban bencana longsor yang datang ke GOR Tedjamalela terus bertambah. Data terakhir sudah terdapat 1.040 jiwa dan 290 Kepala Keluarga (KK) yang berhasil didata, jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah.

"Sekarang ini ada 290 KK, 1.040 jiwa diperkirakan akan terus bertambah karena ada beberapa belum dihitung," ujar Satgas BPBD Kabupaten Sumedang, Lukman kepada Republika.co.id, Kamis (22/9).

Menurutnya, pengungsi yang masuk ke GOR kebanyakan berasal dari Dusun Anjung dan Dusun Cimareme, kelurahan Pasanggrahan baru serta Dusun Ciherang, Desa Ciherang, Kecamatan Sumedang Selatan.

Ia menuturkan berdasarkan keterangan warga, seluruh warga yang berada di lokasi dengan potensi bencana longsor harus mengungsi. Sebab dikhawatirkan akan terjadi longsor susulan. Namun, sebagian warga lainnya mengatakan kondisi di lokasi rumahnya aman.

Warga Dusun Cimareme, Cecep yang sudah beberapa hari di tempat pengungsian mengaku banyak warga Dusun Anjung RW 10 yang ikut mengungsi ke GOR Tedjamalela dikarenakan kondisi tanah di sana yang mulai retak.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement