Senin 25 Jul 2016 14:45 WIB

Soal Pengelolaan TPST Bantargebang, Djarot Belum Bisa Pastikan

Rep: Rizky Suryarandika/ Red: Bilal Ramadhan
 Aktivitas pemulung yang mengais sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (11/2). (Republika/Raisan Al Farisi)
Aktivitas pemulung yang mengais sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (11/2). (Republika/Raisan Al Farisi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saeful Hidayat menegaskan Pemprov DKI akan berusaha habis-habisan agar pengelolaan TPST Bantargebang bisa berjalan efektif. Namun sayangnya ia belum bisa memastikan instansi mana yang akan melakukan swakelola atas TPST itu.

Djarot menjelaskan saat ini TPST Bantargebang berada dalam masa transisi usai diambilalih oleh Pemprov. Sehingga masih dilakukan kajian mengenai apakah Dinas Kebersihan atau ada BUMD yang akan melakukan swakelola.

"Kita liat dulu proses transisi biar Dinsih yang ada di depan, perkembangannya lihat nanti. Kita manfaatkan seluruh pegawai kita, baik PHL maupun PPSU, katanya, Senin (25/7).

"Ini kan masih masa transisi pengambilalihannya, apakah itu akan lebih bagus lewat BUMD atau cukup dengan Dinsih itu nanti, kita lewati dulu masa transisi," tambahnya.

Mantan Wali Kota Blitar tersebut enggan merinci lebih lanjut mengenai rencana swakelola itu. Sebab sampai saat ini untuk urusan teknis pengelolaan, masih dalam bentuk kajian.

"Kita ingin all out supaya ada signifikan perubahan bahwa dikelola oleh pemerintah jauh lebih baik daripada dikelola pihak ketiga. Itu saja kunci pesannya tentang bagaimana sistem pengelolaannya, teknologi yang digunakan, itu nanti setelah masa transisi," ujarnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement