Selasa 21 Jun 2016 19:48 WIB

Kemendes Kembangkan Transmigrasi Nelayan di Gorontalo

Marwan Jafar
Foto: Dok: Kemendesa
Marwan Jafar

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mengembangkan transmigrasi nelayan dan penyangga kota di Gorontalo.

"Kawasan pantai potensial untuk pengembangan pola nelayan tangkap ikan dan budi daya. Oleh karena itu, kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi kawasan permukiman dengan konsep nelayan," ujar

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar, di Jakarta, Selasa.

Hal itu berbeda dengan kawasan transmigrasi lain yang mayoritas mengembangkan konsep pertanian dan perkebunan.

Dia menjelaskan salah satu kawasan yang coba ingin dikembangkan menjadi kawasan transmigrasi dengan konsep nelayan, salah satunya adalah kawasan Paguyaman Pantai Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo menjadi salah satu prioritas pembangunan transmigrasi tahun ini.

Berdasarkan studi Rencana Teknis Satuan Pemukiman Transmigrasi (RTSP), kata Marwan, kawasan tersebut potensial untuk 1.000 KK (Kepala Keluarga).

Oleh karena itu, Kemendes PDTT pada 2015 telah membangun 100 unit rumah transmigran dan telah menempatkan sebanyak 65 KK (225) transmigran.

Sisa rumah yang belum ditempati akan segera dipenuhi pada 2016. Transmigran yang akan ditempatkan adalah transmigran dari Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat," kata dia.

Marwan menjelaskan pihaknya akan membangun 75 unit rumah dan akan menempatkan transmigran sebanyak 75 KK. Transmigran tersebut meliputi Transmigran Penduduk Asal (TPA) dan Transmigran Penduduk Setempat (TPS).

Selain transmigrasi dengan konsep nelayan, Marwan juga akan menerapkan pola transmigrasi lokal yang menempatkan para transmigran tidak jauh dari perkotaan.

"Konsep yang berbeda juga akan diterapkan di Pulubala Kabupaten Gorontalo, yang mengembangkan konsepsi keterkaitan desa-kota."

Melalui konsep itu, diharapkan kawasan transmigran bisa menjadi "hinterland" kota, yang berfungsi sebagai penyangga untuk mensuplai kebutuhan konsumsi pangan perkotaan.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement