Rabu 20 Apr 2016 18:50 WIB

Kehumasan AKOM BSI Jakarta Gelar Seminar Etika PR

Mahasiswa AKOM BSI aktif mengajukan pertanyaan pada seminar
Foto: Dok BSI
Mahasiswa AKOM BSI aktif mengajukan pertanyaan pada seminar "PR Ethic" di Jakarta, Selasa (19/4).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --  Program studi Kehumasan (PR) Akademi Komunikasi Bina Sarana Informatika (AKOM BSI) menggelar seminar “PR Ethic” di aula kampus BSI Pemuda, Rawamangun, Jakarta, Selasa (19/4). Seminar itu menampilkan pembicara utama yaitu Agnes Amelia yang merupakan Strategic Employer Branding Advisor Partner, Advisory Services di Universum Communication Ptc Ltd.

Ketua program studi Kehumasan AKOM BSI Jakarta Ita Suryani mengatakan, seminar ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh program studi Kehumasan AKOM BSI Jakarta.

“Seminar ini  bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para mahasiswanya di  bidang kehumasan. Sehingga,  kelak mahasiswa Kehumasan AKOM BSI dapat menjadi PR yang handal,” ujar Ita Suryani.

Pemaparan materi etika PR atau “PR Ethic” yang disampaikan oleh Agnes sangat menarik. Ia mengemukakan, seorang praktisi PR harus mengetahui dan memahami bagaimana kode etik dalam profesi PR.

“Etika dalam PR berkaitan dengan etika perilaku sehari-hari terhadap integritas pribadi, klien, perusahaan, media, publik, dan rekan seprofesi. Oleh karena itu,  seorang PR haruslah bertutur kata jujur sesuai dengan kode etik profesi PR,” tutur Agnes.

 

Agnes menambahkan,  etika dalam PR itu meliputi etika dalam melaksanakan tugas/profesi PR, etika dalam kegiatan proses dan teknis publikasi dan etika menyangkut aspek peraturan pemerintah seperti hukum perizinan dan usaha, hak cipta, dan merek.

Ita berharap, dengan adanya  kegiatan tersebut,  mahasiswa Kehumasan AKOM BSI memiliki bekal pengetahuan mengenai bagaimana seorang praktisi PR harus mengetahui dan memahami pentingnya kode etik profesi PR.

“Hal ini sangat penting  guna menunjang kegiatan korporat/perusahaan serta menjadi seorang praktisi public relations yang handal dan profesional di bidangnya,” papar Ita  Suryani.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement