Selasa 05 Apr 2016 14:13 WIB

Hatta Rajasa: Sosok Ahmad Noe'man Lebih dari Guru

Rep: c26/ Red: Andi Nur Aminah
Mantan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa
Foto: ROL/Andi M Arief
Mantan Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Arsitek Indonesia yang dikenal dengan desain masjid-masjidnya, Prof Ahmad Noe'man tutup usia pada Senin (4/4) kemarin. Almarhum dishalatkan di Masjid Salman ITB yang dihadiri banyak kalangan. Salah satunya mantan Menteri Koordinator Perekonomian era Susilo Bambang Yudhoyono, Hatta Rajasa.

Hatta Rajasa yang juga alumni ITB ini mengaku sangat kehilangan dengan kepergian Noe'man. Bagi Hatta, almarhum lebih dari sekadar guru baginya. "Beliau tidak hanya seorang guru bagi saya tapi juga orang tua. Banyak sekali memberi bimbingan, keteladanan, nasehat," kata Hatta kepada Republika.co.id di Masjid Salman ITB, Selasa (5/4).

Sebagai alumni Masjid Salman dan aktivis, Hatta menyebutkan banyak kenangan manis yang dialaminya bersama almarhum. Mulai dari beraktivitas bersama hingga membantunya meniti karir sebagai pengusaha.

(Baca Juga: 'Arsitek Seribu Masjid' Ahmad Noe'man Tutup Usia)

Ia menyebutkan atas bantuan Guru Besar ITB tersebut, ia dapat membangun sebuah perusahaan dari bawah. "Beliau banyak memberikan support saat saya mendirikan perusahaan. Beliau rela memberikan uang untuk buat cv," ujarnya.

Tak hanya itu, kata dia, banyak kontribusi yang ditorehkan almarhum semasa hidupnya terutama dalam pembangunan masjid. Oleh karenanya almarhum dikenal sebagai arsitek seribu masjid.

Noe'man dikatakan berperan membangun masjid-masjid di lingkungan gedung pemerintahan. Mulai dari Kementerian Riset dan Teknologi serta di kawasan Istana Negara. 

"Ketika saya Menteri Ristek saya minta beliau bangun masjid di ristek. Dan saat di Setneg kita memperluas masjid negara dan sekaligus juga merubah kiblatnya," ungkapnya.

Ahmad Noe'man meninggal di usia 90 tahun. Secara medis almarhum menghembuskan nafas terakhir dikarenakan faktor usia. Meski sebelumnya arsitek Masjid Salman ITB tersebut, sempat dilarikan ke rumah sakit lantaran mengeluh sakit pada bagian dadanya. Ia meninggal di Rumah Sakit Borromeus Bandung pada Senin (4/4) pukul 15.45 WIB dan dimakamkan di TPU Cikutra Kota Bandung.

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement