REPUBLIKA.CO.ID, PEKANBARU -- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi keberadaan 45 titik panas yang tersebar di tujuh kabupaten dan kota di Provinsi Riau, Jumat (4/3).
"Terdapat dua kabupaten dengan jumlah titik panas terbanyak yakni Bengkalis dan Siak masing-masing 21 dan 14 titik," kata Kepala BMKG Pekanbaru, Sugarin di Pekanbaru.
Selanjutnya, beberapa wilayah lainnya yang terpantau adanya titik api melalui pencitraan satelit Terra dan Aqua pukul 05.00 WIB tadi yakni Dumai lima titik, Pelalawan dua titik, serta Meranti, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir masing-masing satu titik. Sugarin menambahkan secara keseluruhan terpantau sebanyak 59 titik panas di Sumatera dengan Riau merupakan penyumbang titik panas terbanyak, 45 titik.
Selain Riau, titik panas lainnya terpantau di Aceh dan Sumatra Barat ada tiga titik. Kemudian di Sumatra Utara enam titik, serta Bengkulu dan Sumatra Selatan satu titik.
Sementara itu, dari 45 titik panas yang terpantau di Riau, 26 diantaranya dipastikan sebagai titik api yang mengindikasikan adanya kebakaran lahan dan hutan dengan tingkat akurasi diatas 70 persen. Titik api tersebut terpantau di Bengkalis dengan 12 titik, Dumai lima titik, Pelalawan satu titik serta Siak delapan titik.
Lebih lanjut, meski keberadaan titik api terus meningkat dalam beberapa hari terakhir, kondisi jarak pandang di sejumlah wilayah Riau terpantau normal antara 6-8 kilometer.