REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Wali Kota Bandung M Ridwan Kamil mengimbau seluruh warga Kota Bandung untuk mewaspadai organisasi masyarakat Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) terkait dugaan hilangnya sejumlah warga di sejumlah daerah setelah mengikuti ormas tersebut.
"Tapi kalau dengan melihat cerita yang ada ditempat lain. Saya pikir kita harus meningkatkan kewaspadaan agar lebih aman," kata Ridwan Kamil ketika dimintai tanggapannya soal fenomena orang hilang karena diduga ikut ormas Gafatar, di Gedung Sate Bandung, Rabu (13/1).
Pria yang akrab disapa Emil ini mengatakan akan berkomunikasi dengan Kementerian Dalam Negeri dalam waktu dekat ini terkait fenomena Gafatar. "Saya kan belum ada arahan dari pemerintah pusat, ada yang bilang legal atau tidak legal. Jadi saya akan komunikasi dulu dan kita ikut arahan dari Mendagri. Kalau ada arahan pengawasan atau penertiban akan kita lakukan," kata dia.
Menurut dia hingga saat ini belum ada laporan adanya warga Kota Bandung yang hilang karena mengikuti Gafatar. Ketika ditanyakan apakah dirinya tahu tentang ormas Gafatar, Emil mengaku tidak mengetahuinya. "Saya tahu dari pemberitaan sekitar minggu-minggu ini," katanya.
Sebelumnya, Polda Jabar telah menerima laporan hilangnya sejumlah korban yang diduga keras dilarikan oleh Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar), serupa dengan kasus hilangnya Dokter Rica di Yogyakarta. Suami korban, Heriadi Atmajaya (44) sebelumnya telah melaporkan kasus itu ke Polres Garut dan Mabes Polri.