Ahad 03 Jan 2016 22:52 WIB

Filipina Dapat Dampak Baik MEA

Rep: melisa riska putra/ Red: Muhammad Subarkah
Sejumlah mahasiswa membentuk formasi tulisan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) di Lapangan Politeknik Universitas Surabaya (Ubaya), Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/12).
Foto: Antara/M Risyal Hidayat
Sejumlah mahasiswa membentuk formasi tulisan MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) di Lapangan Politeknik Universitas Surabaya (Ubaya), Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/12).

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA--Masyaraka Ekonomi Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) atau MEA mulai resmi berlaku awal 2016 ini. Perdagangan bebas bentukan ASEAN tersebut dinilai telah berdampak baik bagi anggotanya.

Presiden Filipina Benigno Aquino melihat ASEAN melakukan peran yang lebih besar untuk pemberdayaan dan inklusivitas di negara masing-masing. Menurutnya, pembentukan MEA telah memberi sinyal kepada dunia bahwa ASEAN yang lebih kuat akan menjad abadi karena dibangun di atas solidaritas dan kemajuan komunal.

Filipina telah menarik minat investor asing karena mereka melihat gambaran yang lebih besar di ASEAN. Dengan pembentukan MEA, Aquino mengangap ini adalah keberhasilan ASEAN sejak didirikan pada 1967.

"Lalu seperti sekarang, ada tantangan yang kita hadapi bersama-sama. Kami menandai tonggak ini sebagai perjalanan mengamankan tempat ASEAN di Asia dan dunia," katanya dilansir //Manila Bulletin//, Sabtu (2/1).

Sejak Januari 2010, lebih dari 99,65 persen barang telah diperdagangkan dengan tarif nol di ASEAN. Sangat sedikit prduk tetap dilindungi oleh tarif dalam ASEAN, di Filipina, terutama produk pertanian termasuk beras, gula, singkong, ubi jalar, jagung, ayam dan babi. MEA dalam jangka menengah dan jangka panjang menjanjikan peluang yang luas dan potensi pertumbuhan yang kuat bagi negara.

Departemen Perdagangan dan Industri menyebutkan perdagangan Filipina telah bergeser ke ASEAN dan Asia. Sekitar 60 persen perdagangan Filipina digunakan untuk AS, Uni Eropa. Sekarang, 60 persen perdagangan Filipina adalah dengan ASEAN dan Asia.

Sejak dimulainya perjanjian perdagangan bebas ASEAN-Cina pada 2010, ekspor Filipina ke Cina naik dari 5,7 miliar dolar AS menjadi 7 miliar dolar AS pada 2013. Filipina memiliki peningkatan tertinggi dalam memanfaatkan FTA ini, terutama dengan ASEAN-Australia dan perjanjain perdagangan bebas Selandia Baru.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement