REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Brigjen Basariah Panjaitan meyakini lebih mudah menghadapi koruptor ketimbang menghadapi bandar narkoba.
"Sejak saya menjadi polisi saya duduk di reserse, dan saya paling banyak di (bidang) Narkoba. Kalau bicara masalah kekerasan rasanya akan lebih mudah menghadapi koruptor ketimbang orang narkoba," ujarnya saat menjalani uji kepatutan dan kelayakan pimpinan KPK dengan Komisi III DPR RI, di Jakarta, Selasa (15/12) malam.
Basariah merupakan calon pimpinan KPK yang memiliki latar belakang kepolisian. Ia mengaku tidak memiliki masalah berkaitan potensi kekerasan yang mungkin terjadi saat menangani koruptor. Menurut Basariah, penanganan koruptor tidak perlu dengan mempermalukan para tersangkanya.
"Kita tidak musuhi orangnya. Kita musuhi perbuatannya," katanya.
Pada Selasa, Komisi III DPR RI kembali melakukan proses uji kepatutan dan kelayakan terhadap sejumlah calon pimpinan KPK. Proses yang berlangsung sejak Senin (14/12) ini dijadwalkan akan berlangsung selama tiga hari hingga Rabu (16/12).