Jumat 11 Dec 2015 05:37 WIB

KAI: Jalur Layang Kereta di Jakarta Sulit Dibangun

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Erik Purnama Putra
Kereta rel listrik (KRL) melintas di rute dekat Stasiun Pasar Minggu Baru, Rabu (9/12).
Foto: Republika/Yasin Habibi
Kereta rel listrik (KRL) melintas di rute dekat Stasiun Pasar Minggu Baru, Rabu (9/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Juru Bicara PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bambang Setyo Prayitno mengaku sulit membangun perlintasan layang (elevated) untuk jalur kereta api atau kereta api listrik (KRL). Wacana itu muncul menyusul desakan banyak pihak terkait kecelakaan antara KRL dan Metro Mini di dekat Stasiun Angke pada Ahad (6/12).

"Mungkin saja dibuat, tapi pembangunannya kan gak seperti bangun flyover," kata Bambang kepada Republika di Jakarta, Kamis (10/12).

Bambang mengatakan, pembangunan jalur layang bagi kereta membutuhkan manajemen yang maksimal. Sebab, pembangunan jalur itu merupakan proyek besar. Bambang tidak memungkiri, idealnya jalur perlintasan kereta api harus di atas jalan kendaraan bermotor. Tiadanya perlintasan sebidang tujuannya adalah demi keselamatan warga dan penumpang.

Sementara, kata Bambang, pembangunan jalur layang bagi kereta api itu kini masih dikomunikasikan antara pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. PT KAI, kata dia, juga sudah berkonsultasi dengan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan terkait masalah itu.

Hanya, ia memastikan, usulan membangun jalan layang sebagaimana disarankan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sangat sulit direalisasikan. "Kalau flyover bisa saja ditutup dan dialihkan, tapi bagaimana kalau kereta? Kan tetap harus beroperasi," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement