Rabu 09 Dec 2015 10:31 WIB

Inggris Produktif Ciptakan Teknologi Ramah Lingkungan

Rep: Qommarria Rostanti/ Red: Hazliansyah
Teknologi Ramah Lingkungan (ilustrasi)
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Teknologi Ramah Lingkungan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Inggris menjadi salah satu negara penemu paling produktif di Eropa dalam hal teknologi ramah lingkungan (teknologi hijau), dimana sektor tersebut telah meningkat tajam. Inggris menempati urutan ketiga di Eropa untuk mematenkan teknologi hijau, berada di belakang Jerman dan Prancis.

Antara 1995 dan 2011, Inggris mengajukan 3.972 dari 75 ribu penemuan dikategorikan sebagai teknologi hijau. Teknologi tersebut hanya seperlima dari semua penemuan berlaku untuk mengelola dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan (secara resmi dikenal sebagai teknologi mitigasi perubahan iklim) dan dua perlima dari penemuan bernilai tinggi.

Teknologi hijau telah meningkat tajam sejak penandatanganan Protokol Kyoto pada 1997, terutama di Eropa dan Jepang.

(baca: Swedia Siap Pasok Teknologi Pesawat Tempur ke Indonesia)

Kecenderungan jenis teknologi ramah lingkungan ini sebagian besar terdapat pada energi bersih, diikuti oleh transportasi, bangunan dan smart grid. Enam negara di Eropa mendominasi lebih dari 80 persen teknologi tersebut, separuhnya dilakukan oleh Jerman.

Teknologi hijau telah membantu Eropa memangkas intensitas karbon sebanyak 30 persen sejak 1995.

"Teknologi baru sangat dibutuhkan untuk mengatasi tantangan global perubahan iklim," kata Presiden Kantor Paten Eropa Benoît Battistelli seperti dilansir dari The Engineer.

Laporan tersebut menunjukkan bahwa perlu kombinasi undang-undang dan kebijakan untuk mempromosikan teknologi mitigasi perubahan iklim yang jelas, sistem paten yang dapat mendukung penelitian, pengembangan, inovasi dalam bidang ini, meningkatkan perdagangan dan investasi, dan transfer teknologi baru ke daerah lain.

(baca juga: Teknologi Energi Terbarukan Jadi Benang Merah di KTT Perubahan Iklim)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement