Selasa 01 Dec 2015 19:01 WIB

Pendataan Penting untuk Industri MICE di Indonesia

 Pengunjung menghadiri Pameran Infrastruktur dan Perumahan Untuk Rakyat di Senayan, Jakarta, Ahad (29/11).   (Republika/Tahta Aidilla)
Pengunjung menghadiri Pameran Infrastruktur dan Perumahan Untuk Rakyat di Senayan, Jakarta, Ahad (29/11). (Republika/Tahta Aidilla)

REPUBLIKA.CO.ID, Ajang Indonesia MICE Outlook 2016 resmi digelar. Acara berlangsung pada Selasa (1-2/12) di ICE BSD, Serpong, Tangerang Selatan.

Ajang yang berlangsung untuk kedelapan kalinya ini kembali menjadi forum komunikasi para stakeholder industri MICE di Indonesia untuk mendapatkan informasi terbaru, sekaligus pembekalan untuk menghadapi tantangan industri di tahun berikutnya.

Esthy Reko Astuti, Deputi Pemasaran Nusantara Kementerian Pariwisata usai membuka acara berharap, selain untuk mengetahui kondisi dunia pariwisata dan MICE di Indonesia sekaligus pembekalan untuk menghadapi tantangan industri di tahun berikutnya, ia berharap ajang ini juga dapat merumuskan target yang akan dicapai di tahun depan.

"Dari target kunjungan wisman ke depan, berapa yang potensial untuk MICE. Mumpung di sini berkumpul semua pakar-pakar yang ada, mungkin bisa digambarkan tidak hanya tahun depan, tapi bagaimana tren dan target selama lima tahun ke depan," ujar Esthy.

Hal ini sangat penting karena dengan diberlakukannya kebijakan bebas visa kunjungan bagi 90 negara, jumlah wisman yang berkunjung Indonesia meningkat. Hal ini membuat peluang MICE juga terbuka lebar.

"Tidak hanya mancanegara, tapi juga bagaimana dengan MICE di nusantara," kata Esthy.

Hal senada dikatakan Pemimpin Umum majalah Venue, Hendra Noor Saleh selaku penyelenggara acara. Menurutnya potensi MICE di Indonesia sangat besar. Apalagi Indonesia memiliki Indonesia Convention Exhibition (ICE) yang merupakan terbesar di Asia Tenggara.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement