Jumat 02 Oct 2015 21:35 WIB

Bogor Ingin Galakkan Gerakan Pakai Batik Khas Lokal

Rep: C34/ Red: Yudha Manggala P Putra
Batik
Foto: ROL/Fian Firatmaja
Batik

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor akan segera menggalakkan gerakan untuk mengenakan batik khas Bogor. Imbauan itu diharapkan bisa membuat masyarakat lebih mencintai batik.

"Insya Allah kami akan membuat imbauan, minimal sebulan sekali mengenakan batik khas Bogor," ungkap Kepala Disbudpar Kota Bogor Shahlan Rasyidi dalam peringatan hari batik nasional di Taman Siliwangi Kota Bogor, Jumat (2/10).

Shahlan menyampaikan, imbauan itu akan berlaku bagi pelajar, pegawai, maupun masyarakat umum. Bahkan, ia berencana melebarkan imbauan pada usaha-usaha pariwisata.

Tak hanya mengimbau batik untuk dikenakan, disebutkan Shahlan batik Bogor bisa dipakai sebagai pemanis dekorasi di sejumlah hotel. Dengan demikian, turis domestik maupun mancanegara semakin mengenal batik khas Bogor yang bermotif khas seperti motif talas, gerimis, kujang, kebun raya, hingga Istana Bogor.

"Batik Bogor memiliki ciri tersendiri yang mengingatkan akan tradisi dan kondisi alam Kota Bogor," katanya.

Ia mengajak semua orang untuk tetap melestarikan warisan budaya yang telah dikukuhkan UNESCO tersebut. Ia berharap masyarakat sadar untuk benar-benar mencintai batik dan tidak membiarkan batik diklaim oleh bangsa lain.

Siswaya, pelopor batik khas di Kota Bogor menyebutkan, produk budaya tersebut memberikan dampak baik untuk kemajuan pariwisata. Pemrakarsa Batik Bogor Tradisiku (BBT) yang berdiri sejak tahun 2008 itu mengungkapkan, tak sedikit wisatawan domestik yang datang ke kota hujan hanya untuk berburu batik khas.

Ia menginformasikan, batik Bogor juga mengantongi sejumlah prestasi dan pebghargaan lain. "Terkini, November mendatang Batik Bogor akan diajukan Disperindag untuk dikategorikan sebagai industri hijau," ujar Siswaya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement