Selasa 29 Sep 2015 19:24 WIB

Gerindra Ingatkan Pemerintah tak Remehkan Gelombang PHK

Rep: C08/ Red: Ilham
Presiden Jokowi
Foto: ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma
Presiden Jokowi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Juliantono mengharapkan agar pemerintahan tidak meremehkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang sudah mulai terasa marak di Indonesia saat ini. Menurut Ferry, pemerintah harus segera mencari jalan keluar krisis ekonomi yang terjadi sekarang karena menjadi penyebab utama banyaknya perusahaan yang melakukan PHK terhadap karyawan.

“Kita berharap pemerintah harus mengambil langkah yang kongkrit terkait kondisi bangsa ini. Gelombang PHK terus terjadi dimana-mana, ini membahayakan nasib bangsa” kata Ferry, melalui siaran pers yang diterima Republika.co.id, Selasa (29/9).

Ferry pun menyayangkan masih belum adanya tindakan dan upaya yang jelas dari pemerintah dalam pemecahan persoalan ekonomi bangsa. Ia menyebut nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang terus melemah dan hampir ke angka Rp 15.000 sudah tidak bisa lagi didiamkan.

Pemerintah, kata Ferry, jangan lagi bersikap seakan-akan perekonomian bangsa baik-baik saja. Seharusnya pemerintah lebih jujur kepada masyarakat agar menjelaskan kepada rakyat bahwa perekonomian bangsa sedang tidak dalam kondisi baik. tujuannya agar jalan keluarnya bisa dipecahkan bersama-sama.

“Pemerintah tidak jujur mengatakan keadaan saat ini sebuah krisis ekonomi,” ujar Ferry.

Kemudian, Ferry juga mengimbau kepada rakyat terutama kalangan aktivis untuk terus melakukan kritik kepada pemerintah untuk menuntut perbaikan bangsa. Sebab, janji perbaikan bangsa seperti yang dijanjikan Jokowi-JK saat kampanye harus terus dituntut oleh rakyat yang sudah memercayakan keduanya untuk memimpin sebaik-baiknya.

“Sebagai warga negara dan aktivis kita harus mengingatkan kepada seluruh rakyat untuk menyikapi secara kritis dan mengingatkan kepada pemerintah bahwa bangsa tengah dalam keadaan krisis,” ucapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement