REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Komisi Pemilihan Umum (KPU), Kota Tangerang Selatan (Tangsel), memastikan jumlah pemilih dalam Pilkada 9 Desember mendatang berkurang jika dibandingkan dengan data pemilih sementara (DPS) saat ini. Hingga kini, proses verivikasi DPS masih berlangsung.
Ketua Pokja Data Pemilih KPU Kota Tangsel, Achmad Mudjahid Zein, mengatakan berkurangnya jumlah pemilih disebabkan tersaringnya DPS melalui proses verivikasi. "DPS tersaring karena ada penduduk yang pindah domisili, meninggal, DPS ganda, tidak dikenal atau telah terbukti bukan sebagai warga Kota Tangsel," kata Zein saat dikonfirmasi republika.co.id, Selasa (30/9).
Tetapi, KPU belum bisa memperkirakan persentase berkurangnya jumlah pemilih. Sebab, rapat pleno rekapitulasi hasil verivikasi DPS tingkat kecamatan baru dilakukan Rabu (30/9) besok.
"Penambahan data dan penyaringan data sebagai bahan penyusunan DPT tetap terus berlangsung. Data yang diberikan tim pasangan calon (paslon) juga sudah kami jadikan bahan verivikasi," tambah Zein.
Dari penelusuran republika.co.id, hingga Selasa siang, jumlah DPS ganda yang tersaring Panwaslu mencapai 9.113. DPS ganda hasil rekapitulasi paslon Ikhsan Modjo-Li Claudia Chandra sebanyak 70.097.
Tim paslon Arsid-Elvier Ariadiannie menemukan 91. 915 DPS yang tidak memenuhi syarat. Seluruh DPS tersebut berdasarkan rekapitulasi dari tujuh kecamatan.
Adapun Jumlah DPS Kota Tangsel yang ada saat ini sebanyak 939.674. Dari jumlah DPS tersebut, tercatat 468.397 pemilih laki-laki dan 471.277 pemilih perempuan. Seluruh pemilih berasal dari 54 kelurahan di tujuh kecamatan Kota Tangsel. Penetapan DPT dilaksanakan pada 2 Oktober mendatang.