Rabu 23 Sep 2015 05:06 WIB

Fadjroel, Kritis ke SBY Melempem ke Jokowi

Rep: Arif Satriantoro/ Red: Erik Purnama Putra
Fadjroel Rachman jabat Komisaris Utama PT Adhi Karya.
Foto: Antara
Fadjroel Rachman jabat Komisaris Utama PT Adhi Karya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA—Fadjroel Rachman baru saja terpilih menjadi Komisaris PT Adhi Karya Tbk. Dalam sepak terjangnya di perpolitikan Indonesia, ia dikenal sebagai aktivis sipil yang vokal  dalam mengkritik kinerja pemerintahan SBY.

Namun saat pemerintahan beralih ke Jokowi, Fadjroel menjadi tidak kritis. Menjadi wajar, sebab saat pemilu 2014 lalu dia tergolong dalam barisan pendukung pasangan Jokowi JK.

Berikut ini sebuah tulisan pendek dari akun Facebook bernama Rusdi Mathari yang juga dikenal sebagai blogger kondang. Isinya yaitu mengkritik hilangnya suara vokal Fadjroel kepada pemerintahan Jokowi JK. Tulisan tersebut ditulis pada 28 April 2015 lalu, saat Jokowi 'keseleo lidah' menyebut indonesia masih berutang pada IMF.

FADJROEL. Mengoceh di Twitter siang ini, akun yang dikenal sebagai milik Fadjroel Rachman merespons ocehan SBY tentang utang ke Dana Moneter Internasional alias IMF. Mengacu laporan Statistik Utang Luar Negeri Indonesia Volume VI, April 2015, yang dikeluarkan Bank Indonesia, Fadjroel antara lain menulis, twit SBY tentang utang kepada IMF adalah benar. Sudah lunas sejak Oktober 2006 seperti yang dijelaskan di halaman xxvii laporan dimaksud.

Masalahnya menurut Fadjroel, pada Tabel 1.4 halaman 6 justru disebutkan, utang ke IMF [sampai Februari 2015] masih tersisa 2.801 juta dolar AS. Dia karena itu mengingatkan [SBY] agar menyimak dengan hati-hati statistik utang luar negeri Indonesia terbaru yang dikeluarkan BI.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement