REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik mengatakan, anggaran penyusunan naskah pidato Gubernur DKI Jakarta harus dipersoalkan. Pasalnya, dana tersebut sangat tidak wajar dan terlalu besar.
"Yah saya kira di badan anggaran patut dipersoalkan tuh," kata Taufik lewat pesan singkat kepada Republika, Rabu (9/9). Untuk diketahui, DKI menganggarkan sebesar Rp 805 juta untuk teks pidoto gubernur per tahun.
Menurutnya, anggaran tersebut terlalu berlebihan untuk sebuah teks pidato. Apalagi melihat selama ini Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sering terlihat berpidato tanpa naskah, kecuali rapat paripurna bersama DPRD.
Ia menyebut akan mengambil tindakan dengan laporan tersebut. Anggaran senilai Rp 805 juta tersebut akan dipangkas. "Kita akan potong," tegasnya.
Basuki sendiri mengaku tidak mengetahui dana penyusunan naskahnya mencapai jumlah yang begitu besar. Ia berjanji akan melakukan pengecekan segera untuk memastikan anggaran dan jumlah pekerja harian lepas (PHL) yang bertugas.