Senin 17 Aug 2015 19:54 WIB

PLTU Rusak, Listrik Batam Padam Bergilir

Pelabuhan Punggur, Batam.
Foto: skpd batam kota
Pelabuhan Punggur, Batam.

REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Listrik di pulau utama Kota Batam Kepulauan Riau akan mengalami padam bergilir karena Pembangkit Listrik Tenaga Uap Tanjungkasam rusak.

PT Pelayanan Listrik Nasional (bright PLN) Batam mengidentifikasi kebocoran pada Pipa Water Intake menyebabkan daya yang dihasilkan berkurang.

"Gangguan pada Unit dua PLTU Tanjung Kasam berdampak terjadinya defisit daya kurang lebih mencapai 30 MW yang mengakibatkan terjadinya pemadaman kepada pelanggan secara bergilir," kata Corporate Communication bright PLN Batam, Rudi Antono, Senin (17/8).

Pemadaman bergilir dipresikdi berdurasi kurang lebih 3,5 jam.

"Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas terjadinya gangguan mendadak ini," tambah Rudi.

Bright PLN Batam tengah berupaya melakukan perbaikan pada pipa water intake dan melakukan beberapa inspeksi pada komponen PLTU. Menurut dia, waktu yang diperlukan untuk perbaikan kerusakan tersebut mulai hari ini sampai enam hari kedepan.

"Gangguan ini termasuk gangguan yang mendadak dan bisa terjadi sewaktu-waktu karena mesin beroperasi terus. Namun demikian, kami berupaya semaksimal mungkin agar upaya perbaikan dapat selesai secepatnya dan kami juga mohon doa dan dukungan masyarakat Batam, agar tidak terjadi gangguan-gangguan yang mengakibatkan terganggunya pasokan listrik ke pelanggan," kata dia.

Pelanggan dapat mendapatkan informasi mengenai daerah yang mengalami pemadaman bergilir melalui pusat informasi bright PLN Batam di nomor telepon 123 dari telpon rumah atau 0778 123 dari telepon seluler. Selain itu dapat juga dilihat pada Laman www.plnbatam.com pada menu informasi pemadaman.

"Untuk mengurangi dampak terjadinya pemadaman, kami menghimbau para pelanggan dapat melakukan penghematan penggunaan tenagalistrik selama dilakukannya perbaikan, misalnya dengan mematikan lampu, dan alat-alat elektronik apabila tidak dipergunakan," kata dia.

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement