Senin 10 Aug 2015 19:35 WIB

Jabar Selatan Dijadikan Industri Pengolahan Singkong

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Dwi Murdaningsih
Singkong
Singkong

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana mengembangkan industri pengolahan singkong di kawasan Selatan Jawa Barat. Saat ini, sudah banyak pengusaha yang berminat untuk berinvestasi di daerah tersebut.

"Insya Allah akan kami kembangkan pada kawasan kawasan tegalan dan kebun di wilayah Jabar," ujar Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan kepada wartawan.

Pengembangan tanaman singkong, kata dia, tak akan dilakukan di lahan sawah. Karena, keduanya berbeda. Industri pengolahan singkong, kata dia, merupakan salah satu produk yang cukup berpotensi untuk dikembangkan. Karena, hal tersebut akan mendorong perekonomian masyarakat di sekitarnya.

"Lampung itu pioner dalam industri pengolahan  singkong," katanya.

Menurut Heryawan, pada Desember 2014, Ia pernah berkunjung ke sebuah  perusahaan pengolahan singkong menjadi tapioka yang terbesar di Indonesia. Ternyata, singkong tersebut satu tanaman semusim jadi 9 bulan dipanen. Cara mengurusnya pun, sangat mudah. Karena hamanya kecil dan hasilnya lebih besar dari padi.  

"Kami ingin meniru pengembangan industri singkong dijadikan tapioka, ini industri besar," katanya.

Rencana tersebut, sudah dibahas dengan para pakar pertanian. Termasuk dengan para pengusahanya. Bahkan, kata dia, ia sudah mulai meminta masyarakat di selatan menanam agar terbiasa. Sehingga,  ketika produksinya memadai akan dibuat pabrik di daerah itu.

Menurutnya, tepung tapioka itu sebuah produk yang sangat  diperlukan untuk konsumsi dan industri. Jadi, menjadi salah satu komoditas yang sangat penting. "Tidak ada pempek Palembang kalau tidak ada tapioka. Banyak produk yang menggunakan tapioka, seperti kertas, tisu dan lainnya. Itu ada unsur tapiokanya," katanya.  

Rencananya, kata Heryawan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan kembali melakukan pembahasan dengan para pakar dan pengusaha terkait potensinya. Termasuk untuk mencari pola yang akan digunakan.

Berita Lainnya

Rekomendasi