Selasa 07 Jul 2015 06:00 WIB

BNPB: 148,4 Juta Penduduk Terancam Gempa

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Indah Wulandari
Seorang bocah menunjukkan jalan yang retak akibat gempa bumi di Desa Klangon, Madiun, Jatim, Jumat (26/6).
Foto: Antara/Fikri Yusuf
Seorang bocah menunjukkan jalan yang retak akibat gempa bumi di Desa Klangon, Madiun, Jatim, Jumat (26/6).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Pusat Statistik (BPS) memperkirakan sekitar 148,4 juta jiwa penduduk Indonesia terpapar ancaman gempa.

“Dari kajian ini, ada 148,4 juta jiwa penduduk Indonesia yang tinggal di daerah sedang hingga tinggi terpapar ancaman gempa,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Senin (6/7).

Penduduk yang terancam tersebut tersebar di sepanjang pantai Barat Sumatra, selatan Jawa, Nusa Tenggara, utara Papua, Papua Barat, Maluku, utara Sulawesi hingga pantai barat Sulawesi. Kelompok ini terdiri dari 4,2 juta jiwa penduduk yang tinggal dan terpapar ancaman tsunami level  sedang sampai tinggi.

Ancaman sedang tsunami itu dengan ketinggian lebih dari 3 meter. Kemudian, dari 127 gunung api yang ada di Tanah Air, ada 3,9 juta jiwa masyarakat yang tinggal di sekitar gunung. Sementara bencana jenis banjir, penduduk yang terpapar musibah ini sebanyak 63,7 juta jiwa.

“Berbicara mengenai longsor ada 40,9 juta jiwa penduduk yang terpapar. Sementara masyarakat yang terpapar bencana gelombang ekstrem dan abrasi sebanyak 11,1 juta jiwa,” ujarnya.

Dari data dan kajian BNPB, kata dia, semua kementerian lembaga atau organisasi non pemerintah (NGO) dan unsur yang terkait penanggulangan bencana menggunakan basis data mengenai jumlah penduduk yang terpapar.

“Pada masa selanjutnya kemitraan dengan kementerian dan lembaga lain sangat diharapkan dalam memberikan kontribusi dalam penganggulangan bencana di Indonesia,” ujar Sutopo.

 Berdasarkan data resmi dari BNPB, terdapat 1.559 bencana di Indonesia pada tahun 2014 yang mengakibatkan 490 korban jiwa dan mempengaruhi kehidupan 2 juta orang lainnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement