Selasa 16 Jun 2015 17:49 WIB

KPK Sambut Baik Polisi Daftar Capim KPK

Rep: Mas Alamil Huda/ Red: Bayu Hermawan
Pelaksana Tugas (Plt) Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi memberikan keterangan keada wartawan kronologi pembatalan penahanan Ketua KPK non-aktif Abraham Samad di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (29/4).(Republika/Agung Supriyanto )
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Pelaksana Tugas (Plt) Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi memberikan keterangan keada wartawan kronologi pembatalan penahanan Ketua KPK non-aktif Abraham Samad di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (29/4).(Republika/Agung Supriyanto )

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambut baik adanya tiga polisi yang mendaftar menjadi calon pimpinan (capim) KPK.

Masuknya dua anggota polisi aktif dan satu purnawirawan polisi itu yang mendaftar menjadi capim KPK adalah hak mereka sebagai warga negara.

"Menurut saya, hak setiap warga negara dari manapun asalnya untuk mendaftar capim KPK," kata Plt Wakil Ketua KPK Johan Budi, Selasa (16/6).

Johan mengatakan, tidak masalah jika lembaga antikorupsi ini dipimpin dari unsur kepolisian. Yang terpenting adalah pimpinan KPK yang terpilih berkomitmen melakukan pemberantasan korupsi. Untuk itu, Pansel KPK harus benar-benar cermat dalam memilih pimpinan KPK.

"Kita serahkan saja mekanisme seleksi itu pada Pansel KPK. Kita percaya pada integritas Pansel," ujar mantan juru bicara KPK ini.

Seperti diketahui, tiga polisi resmi mendaftar menjadi capim KPK. Mereka adalah Kapolda Papua Irjen Yotje Mende, Pati SSDM Polri Penugasan Kemenko Polhukam Bid Koordinasi Keamanan Nasional Irjen Syahrul Mamma dan mantan Deputi Pemberantasan BNN Irjen (purn) Benny Jozua Mamoto.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement