REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla menekankan pentingnya islah bagi dua kubu Partai Golkar yang masih bertikai. Islah tersebut penting demi menjamin keikutsertaan partai berlambang pohon beringin dalam pilkada 2015.
Bahkan, Kalla yang juga politisi senior Partai Golkar itu menyebut partai Golkar hanya akan menjadi organisasi masyarakat jika tak mengikuti pilkada akibat kisruh saat ini.
"Tentu pilkada yang mengharuskannya islah. Kalau tidak islah berarti Golkar tidak bisa mencalonkan pilkada. Kalau satu partai tidak bisa ikut pemilu dia bukan partai. Dia ormas," kata Kalla di istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6).
JK pun optimistis dua kubu Partai Golkar tersebut akan segera menyelesaikan masalahnya terlebih saat digelarnya Munas Golkar 2016 mendatang. Terkait insiden yang terjadi beberapa pekan terakhir ini, Kalla menilai kisruh tersebut akan segera berakhir. Terlebih, malam ini akan digelar pertemuan Tim Penjaringan Pilkada Partai Golkar.
Terkait pertemuan Tim Penjaringan Pilkada, JK yakin pertemuan tersebut akan berjalan lancar. Seperti diketahui, Tim penjaringan Pilkada Partai Golkar akan menggelarkan pertemuan pada malam ini (Senin, 15/6) di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat.
Pertemuan ini merupakan pertemuan pertama setelah kesepakatan islah sementara yang dimediasi oleh Jusuf Kalla. Tim penjaringan pilkada ini dibentuk berdasarkan kesepakatan islah antara kubu Agung Laksono dan kubu Aburizal Bakrie yang dimediasi oleh Jusuf Kalla. Tim penjaringan dibentuk untuk menjaring calon kepala daerah yang layak.