Kamis 09 Apr 2026 15:48 WIB

Wapres Gibran Respons Usulan JK soal Kenaikan Harga BBM: Tidak Sejalan dengan Arahan Presiden

Jusuf Kalla mengusulkan pemerintah mempertimbangkan pengurangan subsidi energi.

Rep: Muhammad Noor Alfian Choir/ Red: Mas Alamil Huda
Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU COCO Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2026). Pemerintah menegaskan bahwa harga BBM subsidi maupun nonsubsidi tidak akan mengalami kenaikan dan memastikan pasokan BBM nasional dalam kondisi aman dan tersedia.
Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di SPBU COCO Jalan Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, Selasa (31/3/2026). Pemerintah menegaskan bahwa harga BBM subsidi maupun nonsubsidi tidak akan mengalami kenaikan dan memastikan pasokan BBM nasional dalam kondisi aman dan tersedia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Presiden (Wapres) ke-14 RI Gibran Rakabuming Raka merespons usulan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla yang mendorong kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah menyatakan menghargai setiap masukan yang disampaikan berbagai pihak.

“Pemerintah menghargai dan memberikan perhatian serius berbagai masukan yang ada, termasuk dari Bapak Jusuf Kalla terkait usulan untuk menaikkan harga BBM,” kata Gibran, Kamis (9/4/2026).

Baca Juga

Namun demikian, Gibran menegaskan usulan tersebut tidak sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta agar harga BBM bersubsidi tetap dijaga stabil dan terjangkau bagi masyarakat kecil.

“Namun mohon maaf hal tersebut tidak sejalan dengan arahan Bapak Presiden Prabowo yang secara jelas dan tegas telah memerintahkan jajarannya untuk menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi agar tetap terjangkau oleh masyarakat kecil,” katanya. 

Ia menjelaskan, pemerintah berkomitmen melakukan efisiensi dan refocusing anggaran guna melindungi masyarakat lapisan bawah dari dampak berantai kenaikan harga BBM, seperti kenaikan harga bahan pokok dan biaya transportasi.

“Pemerintah bertekad melakukan efisiensi dan refocusing anggaran untuk melindungi masyarakat lapisan bawah agar tidak terbebani efek berantai dari kenaikan harga BBM seperti kenaikan harga bahan pokok, biaya transportasi, dll,” jatanya. 

Selain itu, lanjut Gibran, pemerintah juga terus mendorong akselerasi transisi energi menuju penggunaan kendaraan listrik dan energi terbarukan. Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan terhadap BBM.

Selain itu, akselerasi transisi menuju penggunaan kendaraan listrik dan energi terbarukan juga terus didorong. Hari ini Bpk Presiden melakukan kunjungan ke Magelang untuk meresmikan Pabrik Perakitan Kendaraan Listrik, sebagai salah satu bentuk keseriusan pemerintah.

Pada hari yang sama, Gibran mengatakan Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Magelang untuk meresmikan pabrik perakitan kendaraan listrik. Menurut Gibran, peresmian tersebut menjadi salah satu bukti keseriusan pemerintah dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik nasional. 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement