Jumat 24 Apr 2015 17:24 WIB

Gembong Begal 'Lampung Timur' Ditembak Mati

Rep: C20/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Begal Motor (ilustrasi)
Foto: Foto : Mardiah
Begal Motor (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Tim Opsnal Unit V Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil menangkap tujuh begal di sebuah rumah kontrakan di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat, Jumat (24/4) pukul 01.00 WIB. Satu diantaranya ditembak mati karena melakukan perlawanan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Heru Pranoto mengatakan tujuh pelaku begal tersebut merupakan jaringan Lampung Timur. Heru menjelaskan sempat terjadi baku tembak antara begal dan aparat kepolisian saat melakukan penangkapan dini hari tadi.

"Terjadi baku tembak saat penangkapan di Taman Sari," ujar Heru di Mapolda Metro Jaya, Jumat (24/4).

Heru menambahkan, seorang pimpinan kelompok begal asal Lampung Timur dikabarkan tewas dalam baku tembak tersebut. Sementara itu, enam pelaku lainnya berhasil diamankan.

"Tujuh orang berhasil kita tangkap, Salah satu di antaranya meninggal karena tertembak di dada,” kata Heru.

Heru menjelaskan penggerebekan itu dilakukan setelah aparat kepolisian mendapatkan informasi adanya komplotan begal yang tinggal di kawasan Taman Sari. Saat dilakukan penyelidikan, ternyata rumah kontrakan di wilayah tersebut selama ini menjadi tempat persembunyian mereka.

Dari hasil pemeriksaan, dua dari tujuh orang anggota kelompok begal bersenjata api itu masih berstatus pelajar. Polisi juga berhasil mengamankan empat orang pelaku pencurian dan kekerasan berserta dua orang penadah.

Sementara itu, Kasubdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum AKBP Didik Sugiarto mengambahkan, ada dua lokasi penggerebekan. Penangkapan pertama dilakukan terhadap tiga pelaku di Hotel Lokasari 3.

Setelah itu, barulah petugas mengarah ke sebuah rumah kontrakan di Taman Sari. Di rumah kontrakan itu lah terjadi baku tembak. "Jadi tiga diringkus di hotel, dan sisanya, empat anggota komplotan diringkus di rumah kontrakan," tutup Didik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement