Kamis 02 Apr 2015 19:20 WIB

BPBD Sleman: Potensi Banjir Lahar Dingin Tetap Diwaspadai

Sawah rusak diterjang Lahar Dingin
Foto: Republika/Adhi Wicaksono
Sawah rusak diterjang Lahar Dingin

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengingatkan ancaman bencana di daerah aliran sungai berhulu Gunung Merapi harus tetap diwaspadai meskipun intensitas hujan cenderung menurun.

"Potensi terjadinya bajir lahar dingin maupun ancaman bencana lainnya di sepanjang daerah aliran sungai masih tetap ada," kata Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan BPBD Kabupaten Sleman Heru Saptono, Kamis (2/4).

Menurut dia, saat ini masih banyak aktivitas penambangan material galian yang dilakukan masyarakat setempat di daerah aliran sungai. "Penambangan rakyat yang dilakukan manual tanpa alat berat harus tetap mewaspadai potensi-potensi ancamannya," katanya.

Ia mengatakan, dengan kewaspadaan seperti ini risiko jatuhnya korban baik manusia maupun materiil bisa ditekan. Apalagi, masyarakat setempat sudah memiliki mitigasi yang baik.

"Warga setempat sudah memiliki pengalaman yang baik dalam mitigasi bencana. Dari pembekalan-pembekalan yang sudah banyak kami berikan," katanya.

Heru mengatakan selain pembekalan mitigasi, juga dibantu dengan alat peringatan dini yang tersebar di beberapa titik di antaranya di Sungai Gendol, Opak, serta Boyong.

"Kewaspadaan bencana yang terjadi di DAS berhulu Merapi ini memang mengacu pada peristiwa yang terjadi di Sungai Bebeng, Srumbung, Magelang (Jawa Tengah). Beberapa hari lalu, terjadi longsoran tebing sungai," katanya.

Meski tak menimbulkan korban jiwa, namun beberapa truk penambang pasir sempat terjebak dan harus dievakuasi. Aktivitas penambangan pasir masih terjadi di sungai wilayah Sleman. "Di wilayah Jambon (Ngemplak) juga masih ada banyak," kata Ketua Komunitas Relawan Forum Peduli Bumi (FPB), Nanang Setyoaji.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement