Senin 16 Mar 2015 14:17 WIB

Banjir Meluas ke Tujuh Kecamatan Indramayu

Rep: Lilis Handayani/ Red: Yudha Manggala P Putra
 Genangan air banjir setinggi 30 cm merendam Jalan Gunung Sahari di depan WTC Mangga Dua, Jakarta Utara, Kamis (19/2)  (foto : MgROL_34)
Genangan air banjir setinggi 30 cm merendam Jalan Gunung Sahari di depan WTC Mangga Dua, Jakarta Utara, Kamis (19/2) (foto : MgROL_34)

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Banjir akibat hujan deras dan meluapnya sungai Cimanuk meluas ke tujuh kecamatan di Kabupaten Indramayu, Senin (16/3). Banjir pun dikhawatirkan akan semakin meluas akibat masih tingginya volume debit air sungai di wilayah hulu yang terletak di Kabupaten Majalengka dan Garut.

 

‘’Untuk jumlah rumah warga maupun desa yang tergenang masih didata. Tapi yang pasti, banjir telah meluas ke tujuh kecamatan,’’ kata Kepala BPBD Kabupaten Indramayu, Edi Kusdiana.

 

Edi menyebutkan, ketujuh kecamatan yang dilanda banjir itu, yakni Kecamatan Jatibarang, Kertasemaya, Bangodua, Tukdana, Lohbener, Sindang dan Pasekan. Selain akibat hujan deras, banjir juga terjadi akibat meluapnya sungai Cimanuk.

 

Apalagi, terdapat tanggul sungai Cimanuk yang jebol di daerah Pilangsari maupun Telukagung. Namun, jebolnya tanggul terparah terjadi di Desa Pilangsari, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu. Selain membuat ribuan rumah warga tergenang, luapan air sungai juga menggenangi jalur pantura hingga menyebabkan jalur penghubung Cirebon – Jakarta itu lumpuh.

 

Genangan banjir terparah terjadi di Blok Cilengkong, Kemplu dan Masjid, Desa Pilangsari, Kecamatan Jatibarang. Di ketiga blok tersebut, ketinggian air banjir mencapai satu sampai dua meter. Warga pun berhamburan keluar menyelamatkan diri untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

 

‘’Air banjir ini juga kiriman dari daerah hulu di Kabupaten Majalengka dan Garut,’’ terang Edi.

 

Edi mengungkapkan, telah menyiapkan dua posko pengungsian utama di Kecamatan Jatibarang. Namun, banyak pula warga yang mengungsi ke rumah sanak keluarga mereka di desa lain.

 

Selain BPBD, tim penanggulangan bencana juga melibatkan personil dari Taruna Siaga Bencana (Tagana), Direktorat Polisi Air (Ditpolair) Polda Jabar, Badan SAR Nasional (Basarnas), kepolisian maupun TNI. Proses penanggulangan difokuskan pada evakuasi korban sambil menunggu laporan dari warga tentang sanak keluarganya yang hilang.

"Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa,’’ tandas Edi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement