REPUBLIKA.CO.ID, BATAM -- Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau, menyediakan Rp6 miliar dana dalam APBD 2015 untuk menata kawasan bisnis dan perdagangan Nagoya demi meningkatkan kenyamanan warga dan wisatawan.
Kepala Dinas Tata Kota Gintoyono Batong mengatakan, anggaran untuk membangun sebagian dari rencana pemerintah kota yaitu sebelah ruas jalan dari Apartemen Harmoni hingga simpang Bank Lippo.
"Tahun ini kami mulai dari Apartemen Harmoni hingga persimpangan Bank Lippo saja dulu. Kami tidak bisa mengerjakan sekaligus, karena dananya besar," kata dia, Jumat (20/2).
Pemerintah menganggarkan dibutuhkan dana hingga Rp32 miliar untuk pembenahan seluruh Kawasan Nagoya.
Pada tahun ini, pemerintah berencana memperbaiki pedesterian, saluran air dan penanaman boks penggunaan berbagai utilitas. Boks itu ditanam di sepanjang jalan Nagoya untuk kebutuhan kabel listrik, telepon pipa gas dan lainnya.
Sepanjang jalan itu, pemerintah juga akan membangun fasilitas untuk penyandang cacat demi kenyamanan bersama.
"Nagoya dan Jodoh itu tempat masyarakat, baik cacat maupun tidak. Kemudian boks utilitas. Ke depan, tidak ada lagi gali menggali. Kabel telekomunikasi, listrik, air, gas semua masuk kesitu. 'Enggak' ada lagi galian," kata dia.
Wakil Wali Kota Batam Rudi mengatakan rencana menata ulang infrastruktur di pusat perdagangan dan bisnis, Nagoya dan Jodoh untuk memanjakan wisatawan dalam dan luar negeri serta pelaku bisnis yang beraktivitas di kawasan ramai itu.
Pemerintah memilih untuk mendulukan perbaikan tata kota di Nagoya dan Jodoh dibanding daerah lain di Batam, mengingat kawasan itu adalah pusat bisnis yang selalu menjadi tempat kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri.
"Setiap yang datang ke Batam, pasti ke Nagoya dan Jodoh. Makanya kawasan tersebut akan dilakukan perubahan," kata Wakil Wali Kota.
Selain itu, pembenahan jalan dan penataan kembali Nagoya-Jodoh itu juga sekaligus untuk mengatasi banjir dan kemacetan yang sering dikeluhkan masyarakat.?? Apalagi, kata Rudi menambahkan, sejak dibangun 30 tahun lalu, kawasan itu belum pernah diperluas.